Menolak Rencana Aksi Turunkan Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar

Menanggapi isu tersebut, Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (Jasa) Wilayah Langsa menyatakan menolak rencana aksi penggulingan kepemimpinan Wali Nanggroe Paduka Yang Mulia (PYM), Malik Mahmud Al-Haytar.
Aksi Turunkan Wali NanggroeAksi Turunkan Wali Nanggroe
Malik Mahmud Al-Haytar. Foto Wikipedia

Aksi Turunkan Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Sebuah isu terkait rencana penggulingan Malik Mahmud Al-Haytar beredar di media sosial.

Aksi tersebut disebut-sebut akan digelar kelompok tertentu tanggal 26 Maret 2021.

Menanggapi isu tersebut, Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (Jasa) Wilayah Langsa menyatakan menolak rencana aksi penggulingan kepemimpinan Wali Nanggroe Paduka Yang Mulia (PYM), Malik Mahmud Al-Haytar.

Jaringan Anak Syuhada ini juga mengintruksikan kepada seluruh anggota Jasa di daerah Langsa agar tidak ikut serta dalam aksi yang dinilai tidak jelas tersebut.

“Tadi Ketua Umum Jasa Langsa, Bustami Adoe, memanggil saya untuk memastikan seluruh anggota tidak terlibat dalam aksi tersebut,” ujar Wakil Ketua Jasa Kota Langsa, Maulana kepada ACEHSATU.com, Sabtu (6/3/2021).

Maulana menilai aksi tersebut jika jadi dilakukan merupakan kegiatan yang dapat memecah belah hubungan baik sesama GAM atau simpatisan GAM.

“Tujuan aksi tidak jelas yang kabarnya ingin menggulingkan kepemimpinan Wali Nanggroe PYM Malik Mahmud Al-Haytar,” sebutnya.

Apalagi, tambah Maulana, mereka mengatakan ini merupakan kegiatan kelanjutan perjuangan Yang Mulia Hasa Ditiro. “Ini sangat keliru jika kegiatan tersebut dilaksanakan,” kata Maulana. 

Pasalnya, kata  Maulana, Yang Mulia Hasan Tiro adalah simbol pemersatu masyarakat Aceh dan yang mengangkat harga diri bangsa Aceh ini.

Bukan menjatuhkan harga diri bangsa Aceh atau merusak citra baik Aceh dengan cara membunuh karakter bangsa Aceh sendiri.

Maka dari itu, Jasa Wilayah Langsa merasa aksi itu adalah kegiatan yang tidak jelas dan merusak perdamaain dan mengadu domba sesama.

Aksi Turunkan Wali NanggroeAksi Turunkan Wali Nanggroe
Malik Mahmud Al-Haytar. Foto Wikipedia

“Semestinya kita harus memberi ide atau langkah yang tepat untuk Aceh agar bersama bersatu seperti dulunya. Bukan menjatuhkan atau menginjak-injak sesama,” katanya.

Maka dari itu, Maulana dan semua Aneuk Para Syuhada menginginkan kekompakan sesama bangsa Aceh, bukan perpecahan yang dipertontonkan.

Jasa menginginkan GAM harus kembali tumbuh, jangan membuat kebodohan yang menyebabkan kehancuran GAM.

“Kita masih percaya kekuatan Aceh ada pada GAM, sehinggah banyak oknum di Aceh dan di luar ingin merusak kekuatan Aceh dengan cara seperti ini, agar Aceh semakin melemah,” ujar Maulana.

Sebelumnya juga diberitakan, sebuah video bernada ancaman akan menhabisi Wali Nanggroe Aceh Darussalam, Tgk Malik Mahmud Al Haithar, beredar di media sosial, Jumat pagi (7/2/2021).

Video berdurasi 48 detik itu menampilkan suara yang diduga berjenis kelamin laki laki, mencaci maki nama Malek diduga kuat sasarannya adalah Malik Mahmud Al Haythar, Wali Nanggroe Aceh Darussalam. (*)