Menguak Rahasia Yahudi yang Menduduki Palestina Saat Ini, Siapakah Mereka Sebenarnya?

Yahudi adalah kaum minoritas (dibanding Islam dan Nasrani) mampu menggenggam dunia dengan mempermainkan peta politiknya laksana papan catur sekehendak hati, mungkin ada bahaya yang mengintai dan berupaya memporak-porandakan peradaban dunia?
Hamdani.

Benarkah Bangsa Yahudi di Negara Israel Sekarang Masih Keturunan Nabi Ibrahim As?

ACEHSATU.COM – Yahudi adalah kaum minoritas (dibanding Islam dan Nasrani) mampu menggenggam dunia dengan mempermainkan peta politiknya laksana papan catur sekehendak hati, mungkin ada bahaya yang mengintai dan berupaya memporak-porandakan peradaban dunia?

Yahudi, dihampir seluruh dunia Arab dan Muslim, telah menjadi simbol segala kejahatan “Yahudi bangsa terkutuk” demikian dominan mempengaruhi pikiran kebanyakan Muslim

Perebutan wilayah geografis dan kekuasaan politik di Palestina, yang sampai sekarang belum ada titik temu untuk kedamaian.

Konflik tersebut hingga melibatkan berbagai kepentingan Internasional, hingga konflik nasional sebuah negara.

Dalam al Quran telah dikisahkan tentang Bani Israel. Sebagai sebuah teks—seperti teks-teks lainnya juga—Kitab Suci al-Qur’an memiliki sifat-sifat kesejarahan dan kebudayaan tersendiri yang khas.

Kekhususan atau keunikan al-Qur’an terletak pada kenyataan bahwa ia adalah teks yang aktif merespons sejarah, budaya dan realitas lingkungan masyarakatnya.

Alquran diturunkan di tengah-tengah masyarakat jahiliah dan kaum Ahli Kitab (Ahl al-Kitab) saat itu.

Al-Qur’an bersikap kritis dan juga korektif terhadap berbagai gagasan dan konsep-konsep tradisional yang dianggap melanggar garis-garis kebenaran dan keadilan primordial yang telah digariskan Tuhan.

Dalam hal ini al-Qur’an tanpa kompromi menolak, penyembahan berhala, konsep ketuhanan Isa Almasih dan klaim orang-orang Yahudi sebagai umat pilihan (semata-mata karena beridentitas Yahudi).

Kaum Ahli Kitab, terutama kalangan Yahudi, adalah komunitas yang termasuk menonjol keterlibatannya dalam perkembangan pembentukan keyakinan Islam.

Kelompok ini sering kali berhadapan dengan Nabi, baik dalam suasana keakraban maupun permusuhan.

Komunikasi dan interaksi mereka dengan Nabi dan kaum Muslim telah menyebabkan banyak ayat al-Qur’an turun memberi respons, dan hubungan ini dalam beberapa hal berakhir dengan konflik.

Memang harus diakui bahwa yang menjadi sasaran awal al-Qur’an adalah situasi kota Mekah dengan kehidupan para elitnya yang korup.

Namun kemudian, tidak terhindarkan, masyarakat Yahudi dan Nasrani ikut terlibat, sebab dalam pandangan al Qur’an manusia sesungguhnya adalah umat yang satu.

Alquran mengajak manusia melaksanakan kebaikan dan meninggalkan tindakan-tindakan jahat dan tidak bermoral, pertama sekali yang harus dilakukan adalah meyakinkan mereka akan adanya konsekuensi-konsekuensi dari semua perbuatannya.

Kebaikan akan dibalas dengan pahala yang besar, sedangkan kejahatan akan mendatangkan malapetaka yang sangat merugikan.

Karena itu al-Qur’an selalu menekankan pentingnya beriman kepada Allah dan hari akhirat serta beramal saleh.

Berangkat dari keyakinan inilah persoalan-persoalan teologi mulai muncul, dan para penentang Nabi di Mekah sering kali menjadikan orang-orang Yahudi sebagai konsultan mereka untuk mendapatkan argumentasi melawan Nabi.

Akibatnya, al-Qur’an kemudian bukan hanya mengkritik konsep-konsep teologi orang Yahudi yang dianggap menyimpang tetapi juga “membongkar” berbagai perilaku mereka dalam sejarah.

Nabi Muhammad Saw pada awalnya menaruh harapan besar pada orang-orang Yahudi dan Nasrsni (ahl al-kitab) sebagai pendukung bagi agama yang sedang beliau dakwahkan.

Sebab beliau menganggap mereka memiliki basis keyakinan yang bersumber pada ajaran yang sejalan dengan agama yang beliau bawa yakni Islam.

Interaksi Nabi dan kaum Muslim di satu pihak dengan kaum Yahudi dan Nasrani di pihak lain kemudian menjadi intens, dan wahyu pun turun memberikan berbagai tanggapan, mengkritik dan pada akhimya bahkan mengecam tindakan-tindakan mereka yang ternyata tidak seperti yang diharapkan, yakni justru menjadi penentang utama terhadap risalah yang dibawa Nabi Muhammad Saw.

Sejarah Lahirnya Agama Yahudi