MENGHARUKAN! Pemakaman Basri Dipenuhi Isak Tangis, Anak dan Istri Korban Histeris hingga Pingsan

Sementara itu, Okezone menghubungi Aliansi Pemuda Aceh-Jakarta, organisasi paguyuban yang mengawal kasus tewasnya Basri oleh amukan massa.

Dari sana, diperoleh keterangan berbeda mengenai kronologi malam kejadian.

“Jadi, dia ini profesinya sebagai sopir cargo, bawa barang. Nah malam itu, mobilnya diparkir di kantornya dekat lokasi kejadian. Dia memang beritahu temannya mau beli rokok ke minimarket, dia nggak bawa apa-apa karena handphonenya dichas di kantor,” terang Nazarullah, Ketua Aliansi Pemuda Aceh-Jakarta.

Dilanjutkan Nazar, saat dikepung massa sebenarnya Basri telah mencoba menjelaskan bahwa dia tak tahu-menahu dengan tuduhan begal.

Beberapa saksi lain juga turut melerai, namun upaya demikian tak digubris.

Pukulan serta tendangan terus mendarat di sekujur tubuh pria beranak 1 itu.

“Dari saksi-saksi yang lain itu kan melihat, dia coba jelaskan dia bukan maling motor. Tapi tetap aja dipukulin, terus diseret dan diikat. Kita desak kepolisian usut semua pelaku yang menganiaya ini, videonya kan ada. Kita juga sudah bertemu pihak kepolisian, bahwa kasus ini harus tuntas,” tegasnya.

Disesalkan dia, ada beberapa media yang memberitakan bahwa Basri adalah pelaku begal, tanpa mengecek kebenaran dari berbagai pihak.

Maka dari itu, pihaknya akan meminta klarifikasi dari media terkait untuk meluruskan pemberitaan tersebut.

“Hari ini kita akan ke kantor salah satu media di jakarta, kita minta klarifikasi pemberitaan soal ini. Jadi jangan bersumber dari satu pernyataan di lapangan saja, harus ditelusuri dulu kebenarannya,” pungkasnya. (*)