MENGHARUKAN! Pemakaman Basri Dipenuhi Isak Tangis, Anak dan Istri Korban Histeris hingga Pingsan

Dikutip dari Okezone, informasi yang beredar memang sangat simpang siur.

Satu sisi, ada keterangan dari 2 orang remaja berinisial RI (17) dan Al yang mengaku akan dibegal oleh korban.

Di sisi lain, para warga Aceh di Tangerang menyebut Basri korban salah sasaran.

Kapolsek Serpong, AKP Supriyanto, menuturkan kronologi kejadian, disebutkan jika ada pelapor berinisial RI yang mengaku diminta menyerahkan sepeda motor berikut kunci kontaknya oleh Basri di lokasi.

RI yang berboncengan dengan Al, lantas meneriaki Basri sebagai maling dan begal.

“Pelapor ini mengaku diminta sepeda motornya oleh MB (Muh Basri). Terus diteriaki maling, si MB ini kemudian lari ke arah indomaret. Pelapor mengaku jika si MB ini berdua saat kejadian, tapi berpencar saat melarikan diri. Yang ketahuan si MB ini, dia masuk Indomaret,” katanya Sabtu (9/5/2020).

Amuk massa tak terbendung, diduga ada ratusan orang yang berdatangan menghampiri Basri.

Bahkan pengendara yang melintas, sempat berhenti dan ikut memukuli korban.

Meski ditenangkan oleh ketua RW dan sekuriti setempat, namun aksi main hakim sendiri terus berlanjut.

“Kalau menurut saksi-saksi, ada ratusan orang. Karena semua kumpul di sana, ada pengendara yang lewat juga ikutan berhenti karena menduga MB ini sebagai pelaku begal,” imbuh Supriyanto.

Polisi sendiri tak mendapati jika Basri membawa senjata tajam.

Hal itu lah yang membuat janggal, lantaran pada umumnya pelaku begal selalu memersenjatai diri dengan senjata tajam, bahkan senjata api rakitan.

“Nggak ada senjata tajam. Tapi memang kita menemukan ada satu kunci leter T di dompetnya,” jelas dia.

Polisi sendiri enggan menyimpulkan apakah Basri benar berupaya melakukan pembegalan terhadap RI dan Al.

Menurut Kapolsek, yang ditangani petugas saat ini adalah fakta hukum di lapangan.

Dikatakannya, sudah 1 orang penganiaya Basri ditahan.

“Kita intinya memproses fakta hukum di lapangan. Kita nggak mau bilang korban ini salah sasaran atau bagaimana, tapi yang pasti sudah 1 orang yang kita tahan, perannya menyusul kita sampaikan. Barang buktinya itu rekaman video yang beredar, kan kelihatan siapa saja yang main hakim sendiri, lalu ada pula kabel yang digunakan mengikat MB kita sita,” ucap Supriyanto.

“Kan bisa aja misalnya ada orang ribut di jalan antara si A dan B. Terus si A kesel, lalu teriakin si B ini maling atau begal, kemudian si B dikeroyok massa, bisa saja kan?. Nantilah untuk detailnya kita sampaikan, apakah akan dirilis atau bagaimana kejadian ini,” tutupnya.

Cerita Versi Warga Aceh di Tangerang (Klik Hal 3)