Banda Aceh

Mengatasi Masalah Air Minum, Pemerintah Aceh Bentuk BP SPAM untuk Dampingi PDAM

Upaya pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat tidaklah mudah. Hal ini disebakan oleh beberapa faktor yang menjadi penghambat seperti terbatasnya kemampuan PDAM dalam menjamin kelancaran pendistribusian air bersih ke pelanggan, sulitnya menjangkau pelanggan yang jauh dari pusat pelayanan, dan soal ketersediaan sumber air bersih yang terkadang tidak stabil.

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Upaya pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat tidaklah mudah, Hal ini disebakan oleh beberapa faktor. Untuk mengatasinya Pemerintah Aceh telah membentuk Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP SPAM) Regional , dengan tugas utama  melakukan pendampingan bagi PDAM di seluruh Aceh agar dapat meningkatkan kinerjanya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Syaiba Ibrahim dalam membuka  Rapat Koordinasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional dan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS)  se- Aceh di hotel Grand Nanggroe, Kamis (24/08/17).

Syaiba Ibrahim menyampaikan, penyediaan air minum merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus ditingkatkan karena kebutuhan air minum masyarakat terus meningkat.

Syaiba mengakui, upaya pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat tidaklah mudah. Hal ini disebakan oleh beberapa faktor yang menjadi penghambat seperti terbatasnya kemampuan PDAM dalam menjamin kelancaran pendistribusian air bersih ke pelanggan,  sulitnya menjangkau pelanggan yang jauh dari pusat pelayanan, dan soal ketersediaan sumber air bersih yang terkadang tidak stabil.

Untuk mengatasi hambatan itu kata Syaiba, Pemerintah Aceh telah membentuk Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP SPAM) Regional , dengan tugas utama  melakukan pendampingan bagi PDAM di seluruh Aceh agar dapat meningkatkan kinerjanya.

“Lembaga ini juga bertugas melakukan pengembangan SPAM di berbagai daerah, dengan harapan agar empat standar pelayanan dan penyediaan air minum, yaitu: kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan, dapat kita penuhi,” kata Syaiba.

Meskipun tidak mudah kata syaiba, Peningkatan pelayanan tetap akan ditingkatkan dengan memberdayakan semua kekuatan yang ada, termasuk dukungan dari pemerintah pusat.

“Oleh sebab itu, program-program penyediaan air di Aceh perlu kita sinergikan dengan program yang ada di tingkat pusat,”ujar Syaiba.

To Top