Mengais Rupiah dari Si Brahma yang Unik, Kenapa Tidak?

Brahma ada jenis ayam yang memiliki keunikan dan sering dijadikan untuk koleksi. Bagi pecinta ayam atau hobi mengoleksi berbagai jenis ayam pasti tidak asing lagi dengan si Brahma.
Ayam Brahma. Foto: Nizar Wahyudi untuk ACEHSATU.com

Si Brahma yang Unik

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Kuliner berbasis ayam dengan bermacam varian rasa dalam tiga tahun terakhir booming di Indonesia, khususnya di Aceh.

Kesukaan masyarakat Aceh mengkonsumsi daging ayam memang sudah terkenal sejak dulu. Konon aneka resep gulai ayam ada di Aceh.

Bila Anda bertamu ke rumah kemudian jika bertepatan dengan waktu makan siang, biasanya akan disajikan menu ayam oleh tuan rumah.

Menu ayam yang digemari oleh orang Aceh adalah ayam kampung atau ayam lokal bukan ayam broiler atau ayam potong.

Namun tulisan kali ini kita tidak membahas soal makanan. Justru mengulas potensi bisnis dari Si Brahma yang unik dan lucu.

Lho, Brahma itu siapa sih?

Brahma ada jenis ayam yang memiliki keunikan dan sering dijadikan untuk koleksi. Bagi pecinta ayam atau hobi mengoleksi berbagai jenis ayam pasti tidak asing lagi dengan si Brahma.

Ayam Brahma asli. Foto: Ist

Ayam ini cukup unik dan tidak banyak ditemukan di Indonesia sehingga tidak banyak orang yang mengenal ayam ini. Kecuali hanya komunitas tertentu saja.

Ayam ini bukanlah ayam negeri, bukan asli Indonesia lho! ayam Brahma berasal dari luar negeri yaitu Amerika. Ayam ini merupakan ayam hasil perkawinan silang yang didatangkan dari China pada tahun 1850 hingga 1930 silam.

Nah sudah tahu kan?

Jika ditengok dari ukuran tubuh, ayam Brahma sangat berbeda dengan ayam kampung atau ayam potong.

Brahma biasanya memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih besar. Ayam brahma betina biasanya bobotnya bisa mencapai 6 hingga 7 kilogram. Ayam Brahma juga cukup tinggi dan tingginya bisa mencapai 70 cm.

Meski ukurannya tidak seperti ayam biasa, namun ia cocok untuk dijadikan sebagai ayam petelur, penghasil daging, maupun ayam hias atau memanfaatkan keindahan nya untuk hewan peliharaan.

Nizar Wahyudi seorang pecinta ayam Brahma di Banda Aceh kepada ACEHSATU.com, menginformasikan, ayam Brahma ada beberapa warna diantaranya ayam Brahma hitam, ayam Brahma blue, putih, hitam, coklat, abu-abu dan lain sebagainya.

“Sehingga jadi bisa dijadikan ayam hias yang menarik untuk dikoleksi.” kata Wahyu.

Ia menambahkan, ada juga ayam Brahma asli atau Brahma yang pertama, jenis Brahma ini memiliki tubuh yang super besar, bulu berwarna putih dan memiliki campuran bintik hitam, ayam Brahma jenis ini sangat populer di dunia perayaman.

Nah, bagi Anda penggemar ayam Brahma bisa langsung beli di pasar Banda Aceh, harganya di bandrol kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per ekor baik yang jantan maupun betina. Lumayan terjangkau kan?

Buat kamu yang mau menangkap sebagai peluang bisnis, penulis sarankan segera buat analisa kelayakan usaha.

Tetapi bila melihat tren peminat ayam Brahma di Indonesia yang kian meningkat, usaha peternakan ayam Brahma sangat potensial dijadikan sebagai lahan bisnis.

Lagi pula cara pemeliharaan nya pun tergolong mudah, tidak jauh berbeda dengan pemeliharaan ayam pada umumnya. Yang penting diperhatikan adalah pilih bibit (DOC) yang sehat, kemudian kandang yang representatif dan bersih, kemudian beri pakan dan vitamin secara teratur. (*)