Abdya

Mengadu Nasib, Pekerja Air Minum Kemasan Datangi Pendopo Wabup Abdya

Mereka mengadu nasib akan pekerjaan mereka selama dua bulan terakhir terhenti akibat pemberhentian operasi dari perusahaan AMDK Ie Dikila.

Foto | Mimi Saputra

ACEHSATU.COM | ABDYA – Belasan pekerja Air Minum Kemasan (AMDK) CV. Sumber Baru Jaya (Ie Dikila)mendatangi pendopo wakil bupati Aceh Barat Daya dan rumah Keuchik Kuta Tinggi, Rabu Sore (11/04/2018)

Kedatangan belasan pekerja dari perusahaan AMDK Ie Dikila yang didominasi kaum ibu-ibu tersebut disambut baik oleh Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT di halaman pendopo.

Mereka mengadu nasib akan pekerjaan mereka selama dua bulan terakhir terhenti akibat pemberhentian operasi dari perusahaan AMDK Ie Dikila.

Wakil bupati Abdya, Muslizar M.T sangat antusias dengan kedatangan warga Kuta Tinggi dan mendengar baik keluhan dari pekerja yang hampir rata-rata ingin menyampaikan nasib ekonomi keluarga akibat berhentinya kerja di perusahaan dan juga polemik yang terjadi di perusahaan dengan desa.

Mereka mengungkapkan sebagai pekerja mereka hilang pekerjaan, mereka menuntut bahwa bukan masalah perpanjangan izin namun kepala desa memberi rekomendasi.

Tentu saja kepala desa juga melihat azaz manfaat dari sebuah perusahaan kepada desa dan juga kepala desa harus menghargai pendapat  warganya.”

Sebelumnya pekerja sempat datang kerumah keuchik namun tidak digubris sama sekali, malah menyuruh pekerja yang mayoritas merupakan warga desa itu sendiri untuk balik kerumah masing-masing.

Suriani  (30) warga dusun II, Gampong Kuta Tinggi, mengatakan mereka ingin menanyakan sejauh mana perkembangan rekomendasi yang sampai saat ini masih tertahan di aparatur desa, lagi-lagi kekecewan yang didapat.

“Kami ingin menyuarakan keinginan dari pekerja agar perusahaan kembali bekerja dan kami bisa menafkahi keluarga kami kembali, permasalahannya perusahaan sudah habis izin, namun untuk memperpanjang keucik tidak memberikan rekomendasinya , tadi juga kami kerumahnya namun tidak ada tanggapan,”  ujar Suriani.

Mereka berharap perusahaan AMDK Ie Dikila kembali beroperasi, karena sebagian masyarakat yang tinggal disekitaran perusahaan mengadu nasib keluarganya di perusahaan tersebut, untuk membiayai keluarga mereka. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top