Sosok

Menelusuri Jejak ‘Kebesaran’ Tan Sri Sanusi Junid di Malaysia

Tan Sri Sanusi Junid memulai karier sebagai pegawai di Chartered Bank, Seremban dan menjadi anggota UMNO Seremban.

foto | malaysiakini.com

ACEHSATU.COM | MALAYSIA – Innalillahi wainnailaihi rajiun… Tan Sri Sanusi Junid, seorang tokoh besar Malaysia yang berdarah Aceh meninggal dunia,  Jumat (9/3/2018) pagi.

Seperti dilansir utusan.com.my, bekas politisi UMNO ini meninggal dunia pagi ini pada usia 74 tahun. Jenazah almarhum dishalatkan di Masjid Saidina Umar, Bukit Damansara, Kuala Lumpur sebelum dimakankan di Kuala Lumpur.

Almarhum meninggalkan segudang penghargaan, karya dan aktivitas sosialnya semasa hidupnya. Ia dikenal sebagai seorang tokoh nasional Malaysia yang sukses sebagai seorang pengusaha di bidang bisnis perbankan, politisi dan juga di bidang pendidikan.

Dikutip dari laman Wikipedia, Tan Sri Sanusi Junid memulai karier sebagai pegawai di Chartered Bank, Seremban dan menjadi anggota UMNO Seremban. Kemudian pada tahun 1964 atau di umur 21 tahun ia dilantik sebagai Setiausaha Pemuda UMNO Cabang Seremban.

Tahun 1969 atau di umur 26 tahun, ia melanjutkan pendidikan ke Institute Of Bankers London, City of London College dan Institute Of Export London.

Kemudian memperolehi Sarjana dalam Perdagangan Asing dan Pertukaran Asing di London University.

Selepas itu, ia menuntut di Berlitz School Of Language, Jerman; juga dilantik sebagai Ketua Penerangan Kelab Perikatan London.

Di umur 28 tahun, dilantik sebagai Pengurus Kanan Pinjaman Chartered Bank, Kuala Lumpur dan Setiausaha Agung Koperasi Shamelin.

Ia memulai terjun ke dunnia politik apda tahun 1973 saat berumur 30 tahun yang ditandai dengan  dilantik sebagai anggota Majelis Perundingan Belia Negara, anggota Lembaga Felda, anggota Majelis Perundingan Negara Mengenai Latihan Perusahaan dan anggota Majelis Penasihat Kebangsaan Pelindung Pengguna.

Setahun kemudian, ia terpilih sebagai anggota parlemen di Negeri Bagian Kedah.

Karirnya terus melonjak hingga dilantik sebagai Timbalan Menteri Tanah dan Kemajuan Wilayah (1978-80) serta Ketua Penerangan UMNO Kedah; juga menjadi anggota Jemaah Universiti Teknologi Mara.

Diumur 37tahun, cucu Teungku daud Beureueh ini dilantik sebagai Timbalan Menteri Dalam Negeri (1980-81).

Kariernya di pemerintahan terus bergulir pada tahun 1981 sebagai Menteri Pembangunan Negara dan Luar Bandar (1981-86) serta Pengerusi Jawatankuasa Penerangan UMNO Malaysia, Pengerusi Biro Penerangan UMNO Malaysia dan anggota Majelis Tertinggi UMNO Malaysia; juga dilantik sebagai anggota Jawatankuasa Penyelarasan Pelaburan Bumiputera, anggota Majelis Tindakan Negara dan anggota Majelis Perancang Negara.

Kemudian pada tahun 1986 dilantik sebagai Menteri Pertanian serta Ketua Bagian Jerlun, Langkawi.

Sebagai politisi sukses, pada taun 1990 atau di umur 47 tahun ia menjabat Wakil Presiden UMNO Malaysia. Namun, pada tahun 2008, ia keluar dari UMNO.

Tan Sri Sanusi Junid juga konsen membangun pengembangan pendidikan hingga menjadi Presiden Universiti Islam Antarabangsa.

Saat-saat tuanya, Tan Sri juga bergelut dengan komunitas sosialnya. Ia kerap membantu warga Aceh yang ada di Malaysia.

Ia pernah menjabat Presiden The Aceh Club, Sebuah Badan perkumpulan masyarakat Aceh di seluruh dunia, kemudian Presiden Ikatan Masyarakat Acheh Malaysia (IMAM), dan Ketua Lembaga Persahabatan Malaysia-Indonesia PERMAI.

Selamat jalan Tan Sri Sanusi Junid, semoga Allah membalas setiap kebaikan dan mengampuni segala kesalahan.

Dan Allah SWT menempatkan arwahmu dalam surgaNya yang tinggi. Amin. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top