Mendikbud Nadiem Tolak Teori Konspirasi: Pandemi COVID-19 Sudah Diprediksi Ilmuwan

Mendikbud Nadiem Tolak Teori Konspirasi: Pandemi COVID-19 Sudah Diprediksi Ilmuwan

ACEHSATU.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menolak teori konspirasi terkait virus Corona (COVID-19). Secara psikologis Nadiem mengatakan pemikiran itu adalah cara berpikir yang malas.

Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Lamhot Aritonang)

“Satu hal mengenai psikologi manusia dan ini satu hal yang mungkin ada hubungannya dengan pendidikan juga sangat penting, bahwa kalau terjadi suatu hal yang tidak bisa kita jelaskan kenapa wabah ini terjadi bisa sampai berdampak kepada ekonomi dan kesehatan dunia sebesar ini, harus ada orang yang disalahkan, Iya kan?,” kata Nadiem dalam telekonferensi yang disiarkan di YouTube Kemendikbud RI, seperti dilansir detikcom, Sabtu (2/5/2020).

“Banyak sekali orang karena tidak mau menerima situasi ini, suatu hal yang organik telah terjadi, tidak bisa menerima, sehingga lebih mudah menyalahkan satu orang, satu pihak atau mempercayai satu konspirasi ini. Itu adalah cara berpikir malas,” sambungnya.

Menurut Nadiem, pandemi seperti COVID-19 ini sudah pernah diprediksi oleh ilmuwan atau scientist. Para ilmuwan, kata Nadiem, sudah menduga sebuah pandemi akan terjadi di dunia sejak bertahun-tahun lalu.

“Sedangkan kalau kita percaya kepada scientist scientist yang sudah bicara, ini sudah diprediksi bertahun-tahun. Kita sudah banyak sekali scientist dan researcher dan doktor-doktor pun yang bilang bahwa pandemi seperti ini bukan masalah apakah akan terjadi tapi kapan akan terjadi,” ujar Nadiem.

Salah satu ilmuwan yang disebut Nadiem adalah Bill Gates. Menurutnya, ada potensi dimana fenomena pandemi lain juga akan terjadi di masa depan.

Namun, Nadiem mengatakan masyarakat dapat belajar dari pandemi Corona yang terjadi saat ini. Pengalaman dalam menghadapi COVID-19, kata Nadiem, juga dapat mengantisipasi terjadinya bencana lain di masa depan.

“Seperti Bill Gates telah mengatakan 4 tahun lalu. Jadinya kalau kita benar-benar mendengarkan orang-orang yang terpintar dan paling scientific, paling rasional, ini adalah satu fenomena yang harusnya kita sudah mengerti ini akan terjadi dan kemungkinan besar, saya sedih mengatakannya, bisa sekali terjadi lagi,” ucap Nadiem.

“Tapi untunglah kita bisa belajar dari ini. Walaupun dampaknya luar biasa tapi terpenting kita belajar daripada experience ini sehingga kita bisa mengantisipasi bencana-bencana lainnya ke depan,” imbuhnya.

Nadiem pun menekankan penggunaan akal sehat dalam menghadapi pandemi ini. Bukan hanya dalam tingkat masyarakat namun juga tingkat pemimpin-pemimpin harus menggunakan akal sehat mereka.

“Yang pertama tadi kan kita mention mengenai penggunaan akal sehat, akal sehat itu bukan hanya di setiap individu masyarakat tapi di pemimpin-pemimpin kita juga harus menggunakan akal sehat. Kita berperang melawan suatu virus yang tidak mengenal border, tidak mengenal perbatasan, tidak mengenal negara,” tutur Nadiem. (*)