Menanti Etika Hukum di ‘Jalan Kekeluargaan’

Menanti Etika Hukum di ‘Jalan Kekeluargaan’

ACEHSATU.COM – Baru-baru ini kita dihebohkan dengan aksi tak terpuji dua oknum polisi yang bertugas di Polsek Nurussalam, Aceh Timur.

Kedua oknum polisi ini memukul Ramlan, warga Bagok yang selama ini dikenal sebagai penderita gangguan jiwa.

Kasus itu bermula saat Ramlan marah-marah dan minta uang kepada kedua oknum polisi dengan inisial R dan E yang sedang bertugas memberi imbauan larangan mudik.

Ramlan lalu menarik kerah baju hingga hendak memukul salah seorang oknum Polri berinisial E sehingga terjadilah aksi penganiyaan tersebut.

Kedua oknum berseragam cokelat itu juga menghujani bogem mentah hingga Ramlan tersungkur ke tanah.

Lalu rekannya ikut menendang pria tidak waras yang yang sudah tersungkur ke tanah.

Aksi tak terpuji itu diabadikan oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya.

Lalu video itu dengan cepat menyebar di media sosial Facebook dan Whatsapp hingga viral.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro menegaskan tidak akan mentolelir tindakan anggotanya yang menyimpang dari disiplin dan etika Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Ery Apriyono, mengatakan, Polda Aceh tengah menyelediki kasus dugaan pemukulan tersebut.

Saat ini, kedua oknum polisi menjalani pemeriksaan.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro langsung mengunjungi keluarga korban, dan meminta maaf atas nama institusi dan atas nama pribadi.

Kini kasus tersebut akan diselesaikan dengan cara perdamaian.

Kedua belah pihak akan segera melakukan penyelesaian secara kekeluargaan.

Namun, di sisi lain, kasus tersebut sudah dilaporkan oleh aktivis Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) ke Propam Aceh Timur.

Ketua YARA Aceh Timur, Tgk Indra, mengatakan pihaknya telah mendampingi Abdul Muluk adik korban untuk membuat laporan ke Polres Aceh Timur.

“Kita sudah membuat laporan terhadap dua oknum polisi yang bertugas di Polsek Nurussalam, dengan nomor Laporan Nomor : YAN/02/V/2020/SIPROPAM,” ungkap Tgk Indra.

Kini keluarga korban juga sepakat berdamai dan menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

Sehingga, pada Kamis (29/5/2020), Ramlan dipeusijuek secara terbuka yang menandai berakhirnya kasus tersebut secara damai.

Aksi tak terpuji polisi ini hendaknya menjadi pelajaran berharga kepada para polisi lainnya di seluruh Indonesia.

Penyelesaian kasus secara kekeluargaan juga hendaknya tidak mengabaikan proses hukum kepada kedua oknum polisi tersebut.

Karena hukum harus tegak berjalan tanpa pandang bulu.

Apalagi, ketika hukum diinjak-injak oleh si penegak hukum.

Miris!

LIHAT VIDEONYA: