Memperingati Isra Miraj 1442 H, Perbanyak Tanaman Surga, Apa Maksudnya?

Dalam artikel yang dituliskan oleh Miswari dan Dzul Fahmi (2019) mengisahkan Jibril memeluk Rasulullah dan mencium bagian kening diantara kedua mata beliau sembari berucap, “Naiklah Muhammad! engkau adalah tamu yang mulia dan akan menghadap Tuhan yang Maha Mulia.”
Hamdani.

ACEHSATU.COM – Alhamdulillah, Tabarakallah! Meski situasi di politik di Indonesia akhir-akhir ini sedikit memanas dan agak memancing emosi. Namun tidak menyurutkan umat Islam tanah air untuk memperingati Israj Miraj 1442H atau 2021.

Secara konsepsi Isra Miraj menurut Wikipedia adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw dalam waktu satu malam saja pada 27 Rajab sepuluh tahun setelah kenabian.

Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Perjalanan Isra Miraj adalah perjalanan spiritual.

Dalil tentang Isra Miraj sangat mudah ditemukan baik didalam Al-Qur’an maupun hadits. Di dalam surat Maryam kisah perjalanan Nabi Muhammad Saw diceritakan, begitu pula sebuah hadits panjang yang menjelaskan misi beliau naik ke langit dan bertemu dengan Allah Subhanu Wata’ala.

Inti dari Firman Allah dan hadits tersebut adalah Nabi Muhammad Saw sebagai kekasih Allah benar-benar melakukan sebuah perjalanan yang hanya dibenarkan oleh iman. Tanpa memiliki iman kepada Allah dan Rasul-nya maka Isra Miraj sulit dipercaya.

Bagi umat Islam yang beriman peristiwa Isra Miraj dapat dikatakan sebagai sebuah tonggak sejarah sangat penting dalam memperkuat akidahnya kepada Allah dan Rasulullah.

Seseorang yang hanya mengandalkan kemampuan logikanya untuk menilai kisah ini sungguh tak akan sampai pada kesimpulan untuk membenarkan. Karena itu akibat tidak terjangkaunya oleh pikiran manusia maka banyak yang menafikan dan tidak mempercayai momen Rasulullah naik ke langit tertinggi.

Bahkan pada fase awal ketika masa kerasulan Nabi Muhammad, perisitiwa Isra Miraj ini hanya dipercaya oleh beberapa sahabat saja terutama Sayyidina Abu Bakar Radhiallahu `Anhu. Mengapa beliau percaya? Tak lain karena iman beliau yang teguh kepada Allah dan Rasul-Nya.

Sementara peristiwa tersebut sudah berlangsung 14 abad yang lalu, dan kehidupan manusia dalam konteks perkembangan teknologi saat ini kian pesat, akibatnya banyak manusia yang mulai mempertanyakan keilmiahan perjalanan super cepat tersebut.

Ditambah lagi gencarnya aksi islamofobia yang dilancarkan oleh pihak-pihak yang tidak suka kepada Islam. Gerakan menyudutkan Islam dan sinisme keimanan umat kerap dikampanyekan, termasuk mempertentangkannya dengan ilmu pengetahuan dan menjelek-jelekkan Islam.