Melihat Persiapan Kampung Pertik Menuju ProKlim 2022

Program kampung iklim (ProKlim) yang diselengarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI pada tahun 2022 sudah mulai tahap verifikasi.
gerakan serbu sampah plastik
Program kampung iklim (ProKlim) yang diselengarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Foto doc acehsatu

ACEHSATU.COM | BLANGKEJEREN — Program kampung iklim (ProKlim) yang diselengarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI pada tahun 2022 sudah mulai tahap verifikasi.

Setidaknya ada 44 kampung yang mendaftarkan diri di Aceh. Namun, hanya 14 kampung dinyatakan layak dilakukan tahap verifikasi.

Dari 14 kampung tersebut, lima kampong di Kabupaten Gayo Lues dinyatakan lolos tahap verifikasi, di antaranya Kampung Pertik, Kecamatan Pining, Kampung Bener Baru, Kecamatan Blang Pegayon, Kampung Sangir, Kecamatan Dabun Gelang, Kampung Suri Musara dan Tetingi di Kecamatan Pantan Cuaca.

Jelang verifikasi pada 5 Agustus mendatang, Kampung Pertik terus mempersiapkan diri seperti membuat film pendek dan melakukan gotong royong massal yang bertajuk “Gerakan Serbu Sampah Plastik.”

Turut andil dalam kesempatan tersebut siswa SMAN 1 Pining, siswa TKN 1 Pining, santri TK/SD Bunayya Pining serta  masyarakat setempat dan Muspika yang diselenggrakan pada Jumat 22 Juni 2022.

Pantauan jurnalis ACEHSATU, peserta serbu sampah plastik sangat antusias membersihkan dan memungut sampah di pinggir jalan, tempat pembuangan sampah liar masyarakat, dan sungai kampung setempat.

Kepala Sekolah TK/SD Bunayya Pining, Susi Yanti mengatakan, dengan keterlibatan anak-anak mengikuti kegiatan gerakan serbu sampah plastik ini dapat memberikan pemahaman kepada mereka dan rasa untuk menanam kesadaran menjaga lingkungan dalam diri mereka sejak dini, sehingga menciptakan lingkungan yang bersih.

“Kami  berharap Kampung Pertik berhasil mendapatkan nominasi dalam ajang ProKlim 2022 ini nantinya,” ujar Susi Yanti.

Sebagaimana diketahui, ProKlim merupakan program nasional yang dicanangkan oleh presiden setiap tahunnya sejak dari tahun 2011 hingga saat ini dengan menargetkan 20.000 kampung Iklim seluruh Indonesia. (*)