Bireuen

Melihat Pengelolaan Wakaf Masjid Jamik Taqwa Geurugok, Patut Ditiru untuk Kemandirian Masjid

Bagi Mesjid lain yang ada di Aceh mari meniru pemanfaatan harta wakaf Mesjid seperti Badan Harta Wakaf Mesjid Gandapura.

Foto | Fajri Bugak

ACEHSATU.COM | BIREUEN– Pengelolaan harta wakaf  milik Masjid Jamik Taqwa Geurugok (Gandapura_red) sepertinya patut ditiru.

Harta wakaf Masjid kecamatan di wilayah timur Kabupaten Bireuen ini terdiri dari aset perkebunan, sawah, maupun tanah dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan asli masjid.

Tujuan ini tak lain ialah menuju masjid yang mandiri, yang diidamkan tanpa bantuan kucuran dana dari pemerintah  tiap tahun.

Biarlah dana tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang memang sangat membutuhkan potensi tanah wakaf yang kosong dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Badan Harta Wakaf (BHA) Masjid Jamik Gandapura.

Tanah-tanah ini dimafaatkan dengan didirikannya bangunan toko, tentu hal seperti ini jarang dilakukan oleh Badan Pengelola Harta Wakaf mesjid lainnya yang ada di Aceh.

Pengelolaan harta wakaf untuk meningkatkan pendapatan asli masjid ala Badan Harta Wakaf Masjid Gandapura patut ditiru.

Pembina atau Penasehat Badan Harta Agama Mesjid Jamik Gandapura Ismail Adam, Selasa (13/3/2018), berbagi cerita dengan ACEHSATU.COM saat ditemui di Gandapura.

Ismail Adam menceritakan awal ide memanfaatkan harta wakaf mesjid untuk dapat menghasilkan PAD bagi masjid.

Dengan penuh semangat, pria yang juga aktif sebagai anggota DPRK Bireuen ini menyampaikan pasca dirinya ditunjuk sebagai pembina di Badan Harta Wakaf Masjid Jamik Gandapura pada tahun 2012 langsung mendata seluruh wakaf milik Masjid Jamik Gandapura.

Pendataan ini dilakukan untuk memudahkan kami mengetahui apa-apa saja harta wakaf masjid.

Seiring dengan perjalanan waktu munculah ide agar tanah yang kosong ini agar bisa dimanfaatkan untuk dapat menghasilkan PAD mesjid, hasil pemasukan dari hasil wakaf terkumpulah uang sehingga tanah wakaf yang kosong 8.000 meter dimanfaatkan dengan dibangun ruko.

“Saat ini baru siap empat muka ruko dengan luas lahan 2.000 meter, letaknya berdekatan dengan panti asuhan Muhammadiyah Gandapura, sisanya 6.000 meter lagi akan kita bangun ruko juga yang nanti akan kita sewakan,” kata Ismail.

Ismail Adam menyampaikan ini adalah salah satu cara memanfaatkan harta wakaf mesjid yang dapat  menambahkan PAD mesjid untuk digunakan bagi keperluan masjid.

Ia juga menyampaikan hal-hal seperti ini harusnya menjadi prioritas pemerintah ketika  memberikan bantuan dana kepada masjid.

Pemerintah harus berani memberikan masukan agar dana  yang dibantu untuk pembangunan mesjid bisa digunakan untuk hal-hal yang bersifat positif.

Seperti membangun ruko di aset tanah wakaf mesjid, ruko tersebut kemudian bisa disewakan, dananya masuk ke kas mesjid,. Juga dapat memanfaatkan aset tanah kebun wakaf mesjid dengan menanam tanaman yang dapat memberikan keutungan.

“Butuh dukungan dari pemerintah sebagai langkah awal menuju masjid yang mandiri dengan memanfaatkan aset tanah wakaf, pemerintah harus mengivestasikan dana untuk pemanfaatan harta wakaf mesjid untuk menghasilkan PAD,” jelas Ismail Adam

Saat ini Badan Harta Wakaf Masjid Gandapura sudah mulai memanfaatkan aset tanah wakaf menuju masjid yang mandiri di kemudian hari.

Bagi masjid lain yang ada di Aceh mari meniru pemanfaatan harta wakaf Mesjid seperti Badan Harta Wakaf Masjid Gandapura. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top