Megawati Sampaikan Patriotisme Warga Aceh Luar Biasa

"Ibu Megawati berpesan, di masa masa sulit, gotong royong, patriotisme masyarakat Aceh itu luar biasa. Menyumbangkan pesawat Dakota RI-001 Seulawah, menyumbangkan emas untuk Monumen Nasional (Monas),"
Megawati Soekarnoputri (Tangkapan Layar YouTube PDIP)

ACEHSATU.COM | Jakarta – ketua Ketua Umum Megawati Sukarno Putri ungkap semangat gotong royong dan patriotisme warga Aceh luar biasa. Hal tersebut disampaikan melalui Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

“Ibu Megawati berpesan, di masa masa sulit, gotong royong, patriotisme masyarakat Aceh itu luar biasa. Menyumbangkan pesawat Dakota RI-001 Seulawah, menyumbangkan emas untuk Monumen Nasional (Monas),”

kata Hasto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Hal itu juga disampaikan Hasto saat tasyakuran kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh di Banda Aceh.

Kantor itu diresmikan secara daring oleh Megawati Soekarnoputri dengan ditandai penandatanganan prasasti dari Kantor DPP PDIP di Jakarta, Oktober 2021 lalu.

“Ibu Mega menyampaikan salam hangat, salam perjuangan, salam membangun optimisme. PDI Perjuangan Provinsi Aceh tidak lah berdiri sendiri.

Tapi merupakan satu kesatuan. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote,” jelas Hasto.

Hasto menegaskan PDI Perjuangan selalu berupaya menghasilkan keputusan yang senapas dengan kehendak rakyat. Harapan untuk menang pemilu semakin mudah diwujudkan bila kader PDIP rajin turun menyapa rakyat.

Dia mengatakan dari kantor tersebut, menjadi gagasan mengimplementasikan Pancasila bagi kemajuan masyarakat Aceh.

Dengan kepercayaan diberikan rakyat Indonesia terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi, maka PDIP pun akan terus menggerakkan daya juangnya untuk kemajuan rakyat Indonesia.

“Ketika kita menang pemilu, kita harus menghasilkan keputusan yang senapas dengan kehendak rakyat. Ini hukum dalam demokrasi,” ujarnya.

Hasto mengingatkan agar jangan pernah berpikir menang pemilu tanpa pernah turun ke bawah. Jangan pernah merasa bisa menang pemilu tanpa menjalankan fungsi-fungsi utama partai, berupa pendidikan politik dan kaderisasi kepemimpinan untuk para kader.

Hal itu dilakukan agar mereka memiliki kemampuan juang berdasarkan kepemimpinan intelektual yang diajarkan oleh Bung Karno hingga Presiden Joko Widodo.

Kata Hasto, PDI Perjuangan berpolitik untuk menggalang kekuatan rakyat dengan bekerja keras bersama rakyat, turun ke bawah membantu rakyat dengan bergotong royong.

“Kita kedepankan semangat musyawarah dan gotong royong turun ke bawah bersama rakyat. Kantor ini diharapkan hendaknya betul-betul dipakai untuk merancang bagaimana PDIP di Aceh semakin dapat diterima dengan tangan terbuka,” harap Hasto.

Sementara itu, Ketua PDI Perjuangan Aceh Muslahuddin Daud menjelaskan kantor itu akan menjadi pusat pergerakan kepartaian dan siap menampung aspirasi dari semua masyarakat Aceh.

“Kita akan melakukan pelatihan-pelatihan dengan keterampilan berbahasa, ekonomi kreatif, pembentukan kelembagaan dan kegiatan lainnya yang akan dipusatkan di kantor partai.

Kantor ini sangat bermakna bagi kami sekalian sebagai pusat pergerakan,” kata Muslahuddin.