Maulid IPHI Aceh, H. Mursalin: Perlu Mengembalikan Harga diri Orang Aceh

Orang Aceh zaman dulu memang "meu Aceh" meski hidup di luar Aceh. Orang Aceh sekarang "meulaen" meski hidup di Aceh.
H. Mursalin Basyah, Lc MA

Perlu Mengembalikan Harga diri Orang Aceh

ACEHSATU.COM, BANDA ACEH – Orang Aceh sekarang beda dengan orang Aceh masa lalu. “Orang Aceh masa lalu berjuang untuk keharuman nama Aceh. Sedangkan orang Aceh sekarang ada yang berjuang untuk pribadinya”, demikian dikatakan H. Mursalin Basyah, Lc MA

Penceramah kondang Aceh ini menyebut contoh tokoh Aceh masa lalu seperti Habib Bugak Al Asyi yang mengumpukan harta bersama beberapa tokoh Aceh lainnya.

Mereka membeli tanah di Mekkah dan diwaqafkan untuk pelajar dan jamaah haji Aceh.

Di atas tanah waqaf tersebut dibangun pemondokan jamaah haji dan tempat tinggal penuntut ilmu dari Aceh yang diberi nama Baitul Asyi.

Dipaparkan, beberapa tanah waqaf itu terkena perluasan Masjidil Haram.

Pemerintah Arab Saudi mengganti rugi dengan nilai yang sangat mahal. “Para Nazir Baitul Asyi membeli tanah lain yang luas dan dibuat hotel yang besar puluhan tingkat. Hasilnya dikembalikan kepada jamaah haji Aceh sejak tahun 2005”, urainya.

Tokoh lain yang disebut Mursalin adalah Teuku Marqam yang menyumbang emas untuk Monas di zaman Orde Lama.

Ia menyebutkan, orang Aceh zaman dulu memang “meu Aceh” meski hidup di luar Aceh. Orang Aceh sekarang “meulaen” meski hidup di Aceh.

Penyantunan anak yatim-piatu saat pergelaran Maulid Nabi Muhammad Saw

Selain menguraikan sejarah Aceh, penceramah juga mengaitkan dengan kehidupan Rasulullah SAW, yang selalu menjadi teladan bagi umat Islam.

Sejak muda Nabi Muhammad sudah dikenal jujur dan berjiwa pemimpin yang adil. Beliau diberi gelar dengan “Al Amin” yang jujur.

Maulid Nabi Besar yang diselenggarakan oleh Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Provinsi Aceh tersebut juga melibatkan IPHI Kota Banda Aceh bertempat di halaman sekretarian IPHI Aceh Banda Aceh, Sabtu (16/1)

Ketua IPHI Aceh Dr.H. Bustami Usman, SH, MH yang didampingi oleh Sekretaris IPHI Aceh Dr. Ir. H. Basri A. Bakar MSi mengatakan peringatan Maulid Nabi SAW adalah merupakan kalender rutin tiap tahun.

Memperingati maulid tahun ini tetap memperhatikan prokes Covid-19 yang dirangkai dengan kunjungan ke Dayah Nurul Huda di Gampong Ajee Cut Kabupaten Aceh Besar menyantuni 170 anak yatim dua hari sebelum acara memperingati maulid. (*)