ACEHSATU.COM | PEUREULAK – Sarana transportasi yang meresahkan masih saja menyelimuti masyarakat beberapa desa di wilayah Kecamatan Peureulak Barat, dan Kecamatan Peureulak.

Seperti yang dirasakan masyarakat Desa Tanjung Tualang, Kecamatan Peureulak Barat dan sekitarnya, untuk mengakses pasar Kota Peureulak harus berjuang mengarungi lumpur jalan elak atau berjalan di atas goyangan Tutue Ayon yang kondisinya disinyalir tidak layak pakai.

“Kami sangat khawatir ketika anak-anak kami menyebrangi Tutue Ayon (Jembatan Gantung), ketika mereka pergi dan pulang sekolah,” kata Edi Muhammad atau akrab disapa Om Edi (55), warga Desa Tanjung Tualang, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, kepada Aceh Satu, Minggu (25/11/2018) pagi.

Om Edi menyebutkan, saat ini ada tiga  jalur akses dari Kecamatan Peureulak Barat menuju Kota Peureulak, sebagai pusat kota beberapa Kecamatan di wilayah ini.

“Jalur akses pertama melalui Gampong Beusa, dengan jarak tempuh mencapai 5 Km, sedangkan melalui jalan elak sangat dekat, akan tetapi saat musim hujan seperti sekarang ini tak dapat dilewati karena kondisi jalan berkubang, layaknya kubangan kerbau,” kata Om Edi.

BACA : Jalan Gampong Sahraja Rusak Parah, Pemerintah Terkesan Tutup Mata

Katanya saat ini hanya satu aleternatif yang paling dekat dari Peureulak Barat menuju Kota Peureulak, yaitu melalui jembatan gantung yang menghubungkan Desa Tanjung Tualang, Kecamatan Peuruelak Barat dan Desa Tualang Kecamatan Peureulak.

“Kondisi real saat ini jembatan gantung sangat berbahaya, karena beberapa lantai jembatan telah berlubang, ada beberapa kabel penyangga bagian bawah jembatan terlihat putus dan telah disambung sedanya oleh warga dengan kabel listrik,” kata Khairuddin (55) warga Desa Tualang.

Kisahnya, Tutue Ayon penghubung Desa Tualang dan Desa Tanjung Tualang Kecamatan Peureulak Barat, diabangun pada tahun 1993.

Kemudian pada tahun 2001 ketika konflik Aceh berkecamauk, jembatan gantung tersebut pernah di potong oleh Orang Tak Dikenal (OTK), dan di rehab kembali pada tahun 2003,” ujar Khairuddin.

BACA : Jalan Lintas Antarkecamatan Aceh Timur Kian Memprihatinkan, Pemkab Diminta Segera Atasi

Setelah direhab pada tahun 2003, hingga saat ini jembatan tersebut luput dari perhatian pemerintah, sehingga kondisinya hari ini, disinyalir sangat berbahaya bagi pengguna.

Agar jalan akses ke Kota Peurelak dalam kondisi baik, warga Kecamatan Peureulak Barat dan Kecamatan Peurelak, meminta Pemerintah Aceh Timur untuk segera merenovasi jembatan gantung tersebut, agar dapat digunakan warga tampa was-was. (*)