Masjid dan Pemuda

Masjid dan Pemuda

Penulis : Afrizal,S.Si

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Masjid dan Pemuda adalah Kunci. Kita perlu membangun keyakinan bahwa Pemuda adalah masa depan dan Masjid adalah pusat peradaban. Dari keduanyalah kondisi ekonomi, politik, budaya, sosial, dan yang lain akan tumbuh lebih baik.

Pemuda tersebar dari pelosok desa sampai gemerlapnya ibukota. Satu dari empat orang Indonesia adalah Pemuda. Begitupun Masjid, kita hampir tak sulit menemukan Masjid disemua daerah,

Di semua penjuru dunia dalam segala lintasan waktu, pemuda selalu berfungsi sebagai agen of change.

Pemuda memiliki semangat yang tinggi dalam memperjuangkan apapun yang dikehendakinya. Mendikte pemuda dalam berkarya apalagi ingin membendungnya adalah bentuk kesia-siaan belaka.

Kita bersepakat membentuk satu komunitas yang kita beri nama FPPM (Forum Pemuda Pecinta Masjid). Semoha Komunitas ini kini bisa menjadi gerakan baru Pemuda lintas komunitas juga lintas golongan.

Semua ini bertujuan untuk bergotong royong dalam rangka mengembalikan Masjid kembali pada semangat awalnya, sebagai pusat peradaban Islam.

Kami merasa penting untuk terlibat dengan apa yang diharapkan Dewan Masjid Indonesia, memakmurkan dan dimakmurkan Masjid.

Indonesia kurang lebih memiliki 800.000 masjid dan mushola, terbesar di dunia.

Jika masing-masing masjid tersebut mempunyai program bagaimana memakmurkan jamaahnya, memakmurkan wilayah sekitarnya, maka segala perubahan yang kita mimpikan akan segera terwujud.

Masalah-masalah ekonomi dan sosial seperti kesenjangan juga kemiskinan yang tak pernah habis kita bicarakan perlahan-lahan akan semakin berkurang. Sekalipun soal-soal merebaknya politik identitas dan yang lainnya.

Juga berdasarkan data dari Merial Institute, masalah-masalah pemuda seperti urbanisasi pemuda desa ke kota yang semakin besar, pemuda kian sakit-sakitan, juga masalah pengangguran pemuda yang sangat besar. Persoalan urbanisasi pemuda bisa jadi akan ditemukan jawabannya dengan mengaktivasi peran pemuda di Masjid.

Afrizal sebagai Penulis selalu membangun angan-angan agar Masjid bisa menjadi pusat aktivitas pemuda.

Mereka bekerja disana, berdagang, berpolitik, juga melakukan aktivitas sosial. Masjid sebagai masa depan pemuda yang darinya lahir banyak tokoh-tokoh masa depan Indonesia di bidang sosial, ekonomi, politik dan sebagainya.

“Masjid menjadi wadah pemuda untuk berekspresi secara positif,mari sama-sama kita mendukung dan memotivasi pemuda-pemuda kita untuk selalu bersemangat dalam memakmurkan mesjid, libatkan mereka dalam setiap aktivitas mesjid, jangan buang mereka, karena tanpa pemuda yang cinta mesjid, maka masa depan bangsa akan terbuang, ” Ungkap Afrizal. (*)