Nanggroe

Mantan Kombatan Tentang Rencana Penggantian Ketua Baru BRA

Keseringan bongkar pasang ketua BRA dinilai akan berdampak tidak baik bagi jalannya organisasi mantan kombatan itu.

Foto | ist

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Langkat, Budi Pang Sumatera, meminta ketua umum Komite Peralihan Aceh (KPA), untuk tidak keseringan mengganti pucuk pimpinan di Badan Reintegrasi Aceh (BRA).

Keseringan bongkar pasang ketua BRA dinilai akan berdampak tidak baik bagi jalannya organisasi mantan kombatan itu.

“Kerja pemberdayaan ekonomi mantan kombatan tidak akan berjalan optimal jika ketua BRA diganti saban tahun. Imbasnya, reintegrasi tak berjalan,” kata Budi Pang Sumatera, kemarin.

“Ganti ketua berarti ganti struktur dan ganti program. Program tahun lalu belum sepenuhnya berjalan dan kini diganti lagi dengan yang baru. Akhirnya mantan kombatan sama sekali tidak bisa merasakan manfaat dari keberadaan badan ini. Yang menjadi korban dari kebijakan ini akhirnya adalah mantan kombatan biasa yang kini hidup tak menentu di tengah-tengah masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Pang Sumatera ini.

Statemen ini merujuk ke isu adanya surat ketua KPA kepada gubernur Aceh terkait rencana pergantian ketua BRA.

Kabarnya, ketua umum KPA kembali mengusulkan tiga nama baru untuk menggantikan Sayed Fakhrurrazi sebagai ketua BRA.

“Penggantian ini sangat kita sesalkan. Karena imbas dari kebijakan ini bukan hanya penggantian ketua tapi struktur BRA secara keseluruhan. Yang menjadi korban tetap mantan kombatan biasa di lapangan,” ujar Pang Sumatera.

“Kalau kebijakan ini tetap diteruskan, berarti unsur pimpinan tak menghendaki pemberdayaan ekonomi kombatan berjalan optimal tapi lebih ke bagi-bagi jabatan. Jangan  karena ada bisikan dari seseorang kemudian kelembagaan BRA hancur,” katanya lagi. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top