Mantan Keuchik Meunasah Me Korupsi Dana Desa

Mantan Keuchik Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, SAI (52) menjadi tersangka kasus korupsi dana desa (DD) sebesar Rp740.900.000 bersumber dana APBN tahun 2017 dan tahun 2018 dengan nilai Rp652.471.000.
ilustrasi korupsi

Mantan Keuchik Meunasah Me Korupsi Dana Desa

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA –  Mantan Keuchik Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, SAI (52) menjadi tersangka kasus korupsi dana desa (DD) sebesar Rp740.900.000 bersumber dana APBN tahun 2017 dan tahun 2018 dengan nilai Rp652.471.000.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi mengatakan, tersangka sudah lima kali melakukan penarikan uang dengan bendahara dari rekening Gampong Meunasah Mee. Uang tersebut setelah ditarik lalu disimpan oleh tersangka.

“Setiap kali ditarik, bendahara hanya diberikan transport Rp200 ribu, sementara lainnya disimpan sendiri,” kata Pipuk.

Sambungnya, namun dalam penggunaan anggaran tersebut terdapat kegiatan yang tidak dilaksanakan seluruh sesuai dengan nilai realisasi keuangan yang telah dicairkan. Adapun kekurangan pelaksanan kegiatan tersebut sebesar Rp222.223.135.

Kegiatan yang tidak dilaksanakan yakni, penyediaan makanan sehat untuk peningkatan gizi bagi balita dan anak sekolah Rp4.601.600, honorium tim penyusun Rancangan Program/Kegiatan Pembangunan Gampong sebesar Rp2.400.000.

Bimbingan Teknis bagi Aparatur Gampong Rp8.750.000, dana penyertaan modal gampong Rp165.000.000.

“Kita sudah terima Berkas Perkara Tipukor (Tahap I) dari Polres Lhokseumwe hari ini, setelah tujuh hari ke depan akan mengambil sikap kalau lengkap (formil & materiil) memenuhi syarat dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh,” imbuhnya.