Mantan Jubir FPI Aceh Jadi Tersangka

Polda Aceh sudah menyerahkan berkas tersangka MH kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh pada akhir Maret 2021 terkait kasus penghinaan atau pencemaran nama baik.
Jubir FPI Aceh
Foto Istimewa

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Polda Aceh sudah menyerahkan berkas tersangka MH kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh pada akhir Maret 2021 terkait kasus penghinaan atau pencemaran nama baik.

Status berkas perkara sudah dinyatakan lengkap alias P-21 oleh Polda Aceh sehingga berkas diserahkan ke Kejati Aceh untuk ditindaklanjut.

Selain berkas, kepolisian juga menyerahkan tersangka, Rabu 7 April 2021.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardi kepada wartawan mengatakan, kasusnya sudah masuk tahap dua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti.

Ia mengatakan, MH berserta barang bukti saat ini sudah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi dan akan diproses penuntutan dan persidangan.

“Kasusnya sudah lama. Yang bersangkutan saat itu sudah diserahkan ke Kejati dan akan dilakukan proses penuntutan dan persidangan,”jelasnya.

Jubir FPI Aceh
Foto Istimewa

Winardi mengaku, terhadap MH tidak dilakukan penangkapan. Sebab MH sangat koperatif dalam memenuhi panggilan aparat penegak hukum.

Dikaakan, karena yang bersangkutan kooperatif sehingga sampai saat ini tidak ditahan.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Aceh, Lena Rosdiana, menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan melimpahkan berkas perkara kasus penghinaan atau pencemaran nama baik tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh.

Disebutkan, setelah kami limpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Negeri Banda Aceh, baru nanti ditetapkan jadwal sidang.

MH dilaporkan oleh Yusbi Yusuf pada 25 Februari 2020.

Dia dituduh mengunggah postingan yang mengandung fitnah dan penghinaan di akun Facebook miliknya.

MH lalu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penghinaan dan/atau pencemaran nama baik; Pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) UU ITE. (*)