Mantan Gubernur Aceh Meninggal Dunia Positif Covid-19

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Innalillahi wainnailaihi raji’un, Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya mantan Gubernur Aceh Prof. Dr. H. Syamsudin Mahmud pada Sabtu di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Prof. Dr. H. Syamsudin Mahmud adalah Gubernur Aceh periode 1993 – 2000. Beliau diangkat sebagai Gubernur Aceh menggantikan pendahulunya Ibrahim Hasan.

“Innalillahi wainnailaihi raji’un. Atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Aceh dan seluruh masyarakat Aceh kami menyampaikan duka mendalam,” kata Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam keterangan yang disampaikan melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto di Banda Aceh.

Nova berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

Gubernur Aceh juga mengatakan, almarhum Syamsudin Mahmud adalah tokoh Aceh yang sangat besar jasanya dalam membangun Serambi Makkah. 

“Karena itu, meninggalnya beliau menjadi suatu kehilangan besar bagi masyarakat Aceh.”

Nova mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menyampaikan doa kepada almarhum. 

“Mari sama-sama kita mengirimkan doa, Insya Allah almarhum mendapatkan balasan syurga dari Allah,” kata Nova.

PEMBERANGKATAN JENAZAH MANTAN GUBERNUR ACEH POSITIF COVID-19. Petugas medis bersama pejabat pemerintah Aceh dan kerabat keluarga dengan protokol kesehatan COVID-19 melepas pemberangkatan mobil ambulans mengangkut jenazah mantan Gubernur Aceh Syamsuddin Mahmud (87) setelah shalat jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abdin, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (22/5/2021). Almarhum mantan Gubernur Aceh Syamsuddin Mahmud yang menjabat periode tahun 1993-2000 itu dinyatakan positif COVID-19 dan sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit setempat jasadnya dimakamkan di desa kelahirannya Kabupaten Pidie. ANTARA FOTO/Ampelsa

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, dr Isra Firmansyah mengatakan, almarhum akan di shalatkan pada jam 12.00siang ini, di halaman parkir belakang RSUDZA dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut keterangan salah seorang keluarga, Almarhum akan dimakamkan di Beureunuen, Pidie dan langsung diberangkatkan ke pemakaman sejenak usai prosesi penglepasan dari RSUDZA Banda Aceh.

Dikutip dari Antaranews.com, Almarhum mantan Gubernur Aceh Syamsuddin Mahmud yang menjabat periode tahun 1993-2000 itu dinyatakan positif COVID-19 dan sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit setempat jasadnya dimakamkan di desa kelahirannya Kabupaten Pidie. (*)