Mantan Bupati Bireuen, Nurdin Abdurrahman Meninggal Dunia

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Innalillahi wa inna illahi rajiun, Drs Nurdin Abdurrahman, M.Si, Mantan Bupati Bireuen, Senin (8/6) pagi sekitar pukul 05.05 WIB meninggal dunia. Almarhum meninggal di rumahnya di kompleks Perumahan Meuligoe Cot Gapu, Bireuen.

Kabar meningggal Nurdin Abdurrahman beredar sejak Senin pagi di sosial media. Almarhum juga tercatat sebagai Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Al Muslim (Umuslim) Bireuen.

Nurdin Abdurrahman adalah salah satu tokoh intelektual Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ikut terlibat pada perundingan perjanjian damai dengan Republik Indonesia di Finlandia yang kemudian melahirkan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki.

Ia menjadi Bupati Bireuen pada 2007-2012. Almarhum lahir di Bireuen pada 28 Desember 1948, merupakan mantan dosen Bahasa Inggris di Universitas Syiah Kuala.

Ia merupakan salah satu intelektual Aceh dari Kota Juang Bireuen yang bersimpati pada gerakan perlawanan yang digagas oleh Tengku Hasan Muhammad di Tiro.

Almarhum adalah alumnus Short Course in Language Teaching Managemen, Reading University UK, ia menulis banyak puisi, segala derita perjuangan bersama GAM dapat dibaca dalam “Derita antara 1990-22 Oktober 1998.” Semua ia curahkan dalam bait-bait puisi berbahasa Aceh pada buku:Kalam Aceh, Kumpulan puisi berbahasa Aceh terbitan Alibi. []