Manajemen Vaksinasi Covid-19 Pemerintah Aceh Perlu Ditiru oleh Kabupaten/Kota

Aksi pencegahan Covid-19 di Aceh memasuki program vaksinasi massal. Pemerintah Aceh konsentrasikan tempat vaksin di gedung Banda Aceh Convention Hall kawasan Lampineung.
Ratusa warga menunggu secara tertib antrian vaksinasi Covid-19 di Banda Aceh Convention Hall, Sabtu (17/7/2021). Foto: Acehsatu

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Aksi pencegahan Covid-19 di Aceh memasuki program vaksinasi massal. Pemerintah Aceh konsentrasikan tempat vaksin di gedung Banda Aceh Convention Hall kawasan Lampineung.

Pantauan ACEHSATU.com, Sabtu, (17/6) kegiatan vaksinasi mulai dibuka sejak pukul 7:30 Wib pagi ramai didatangi ratusan warga yang ingin mendapatkan dosis vaksin baik kali pertama maupun yang kedua.

Di Gedung Banda Aceh Convention Hall (GBACH) yang terletak di kawasan Lampineung atau berhadapan dengan kantor Gubernur Aceh itu terlihat sangat bersih dan memiliki ruangan yang luas sangat representatif dijadikan sebagai tempat vaksinasi.

Dari situ terlihat bila tata kelola vaksinasi massal yang diterapkan oleh Pemerintah Aceh terbilang sangat baik dan profesional. Selain para petugas yang sigap, ramah, dan informatif juga didukung oleh sistem operasi yang cepat dan mudah.

Setiap warga yang ingin mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu harus mendaftarkan diri baik secara online maupun offline. Kemudian petugas melakukan validasi data yang masuk, dan selanjutnya diarahkan untuk menerima penyuntikan vaksin dari tenaga kesehatan.

Di sini terdapat beberapa fasilitas kesehatan dan petugas yang siap memberikan layanan. Ada RSUZA, Rumah Sakit Ibu dan Anak, Rumah Sakit Kesdam, Rumah Sakit Bayangkara, dan lainnya. Ini semacam layanan satu atap.

Tidak perlu menunggu lama, lalu setiap warga yang sudah datang di lokasi langsung dipanggil oleh petugas sesuai fasilitas kesehatan yang melayaninya untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum diberikan suntikan vaksin.

Jadi tidak ujug-ujug disuntik namun harus di screening dahulu oleh dokter untuk memastikan bahwa yang bersangkutan layak atau dalam kondisi memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksinasi. Misalnya tidak memiliki riwayat darah tinggi, diabetes, atau dalam keadaan sakit.

Melihat manajemen Vaksinasi yang begitu solid dan teratur, pemerintah daerah kabupaten/kota bisa mengadopsi Pemerintah Aceh dalam menyukseskan program vaksinasi massal tersebut.

Pemkab/Pemko sangat dianjurkan untuk memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat sehingga keinginan mereka untuk melakukan vaksinasi menjadi meningkat.

Maka tidak heran bila antusiasme masyarakat melakukan vaksinasi begitu tinggi. Pemerintah Aceh pun memperpanjang waktu vaksin di Banda Aceh Convention Hall hingga 31 Juli 2021.

Kepastian perpanjangan waktu itu diungkapkan oleh Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto. Menurutnya, Pemerintah Aceh kembali memperpanjang jadwal vaksinasi massal hingga 31 Juli 2021.

“Melihat antusiasme masyarakat kian tinggi, Bapak Gubernur melalui Bapak Sekda menugaskan tim vaksinator untuk terus melanjutkan pelayanan vaksinasi bagi masyarakat Aceh. Jadwal untuk sementara itu diperpanjang hingga tanggal 31 Juli 2021,” kata Iswanto dalam keterangannya di Banda Aceh, Selasa (13/07/2021).(*)