Malang Bocah Kelas 6 SD di Aceh Utara, Berulangkali Jadi Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Bejat

Malang Bocah Kelas 6 SD di Aceh Utara, Berulangkali Diperkosa Ayah Tiri Bejat
ILUSTRASI - Bocah kelas 6 SD di ACeh Utara korban pemerkosaan Ayah Tiri.

ACEHSATU.COM | LHOKSUKON – Tragis, begitu kiranya nasib menimpa bocah kelas 6 SD di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Betapa tidak, ayah tiri yang sejatinya menjadi tempat bersandar menggantikan peran ayah kandungnya justru tega berbuat bejat dengan memperkosanya secara berulang kali sejak masih duduk di bangku kelas 3 SD.

Ancaman pembunuhan hingga akan menceraikan sang ibu menjadi alasan bungkamnya selama ini. Namun pada akhirnya kebusukan tetap akan terungkap. Kasus itu pun kini ditangani polisi.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi di Lhoksukon, Jumat (4/9/2020) mengatakan, pria berinisial I (58 tahun), ayah tiri korban, warga Kecamatan Paya Bakong, kabupaten setempat yang menjadi tersangka dalam kasus itu telah ditahan pihaknya sejak 1 September 2020. 

Pria berinisial I (58), warga Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara ditangkap polisi karena diduga memerkosa anak tirinya yang masih duduk di bangku kelas 6 SD, Jumat (4/9). | ANTARA/HO

Disebutkan, remaja 14 tahun yang saat ini duduk di bangku kelas 6 SD itu mengaku diperkosa berulang-ulang kali sejak ia masih kelas 3 SD.

Berdasarkan pengakuan korban, selama ini aksi bejat sang ayah tiri berhasil diredam dengan mengancam korban akan dibunuh dan ibunya juga akan diceraikan bila kejadian itu diceritakan kepada orang lain.

Namun akhirnya korban sudah tidak tahan lagi akibat merasakan sakit, kasus ini baru berani diadukan kepada pamannya.

Polisi juga menjelaskan, perbuatan amoral itu dilakukan saat ibu korban sedang sakit.

Diceritakan ke Paman

Kasus ini terungkap setelah kasus korban menceritakan perlakuan ayah tirinya itu kepada paman, yakni adik dari ibu kandungnya.

“Tersangka kemudian diserahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Aceh Utara untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata AKP Rustam.

Dikatakan Bripka T Ari Andi, terungkapnya kasus ini berawal ketika korban menceritakan peristiwa pemerkosaan itu pada pamannya.

“Berdasarkan laporan yang dibuat, kemudian kita arahkan korban untuk divisum baru kemudian kita lakukan pemeriksaan terhadap korban saksi dan pelaku,” ujar Bripka Ari.

Dalam pemeriksaan, korban mengaku telah diperkosa ayah tirinya sejak 2017, namun tersangka membantah dan mengaku kejadian ini baru dilakukan terhadap anak tiri dari istrinya yang ke empat ini sejak Mei 2020 hingga akhir Agustus 2020.

“Dalam kasus ini, kami mengamankan barang bukti pakaian korban dan hasil visum, untuk pelaku sendiri dijerat dengan Qanun Jinayah pasal 50 yang ancaman hukumannya sampai dengan 150 bulan kurungan” pungkasnya. (*)