Mahasiswi Lumpuh di Aceh Barat Tak Terkait Vaksin COVID-19

Mahasiswi Lumpuh di Aceh Barat
Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS bersama Kapolres AKBP Andrianto Argamuda SIK dan Dandim 0105 Aceh Barat Letkol Inf Dimar Bahtera saat membesuk seorang mahasiswi yang sempat mengalami kelumpuhan. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

ACEHSATU.COMMahasiswi berinisial AW (24) sempat mengalami kelumpuhan usai divaksinasi COVID-19. Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS mengatakan kelumpuhan AW tidak terkait penyuntikan vaksin COVID-19.

“Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Aceh Barat, peristiwa yang dialami oleh AW ini tidak terkait vaksin. Mungkin karena faktor penyakit lain,” kata Bupati Ramli MS seperti dilansir Antara, Senin (9/8/2021).

Hal itu disampaikan Ramli dengan didampingi Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda SIK dan Dandim 0105 Aceh Barat Letkol Inf Dimar Bahtera di Meulaboh.

Menurutnya, hasil investigasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Aceh Barat juga memperlihatkan bahwa sebelum proses penyuntikan vaksin Sinovac, petugas medis sudah melakukan pemeriksaan kesehatan. Saat itu AW dinyatakan sehat, sehingga bisa divaksinasi.

Ia juga menegaskan bahwa proses penyuntikan vaksin kepada AW juga dilakukan sesuai prosedur dan permintaan sendiri dari pasien alias tanpa pemaksaan.

Ramli MS menegaskan, sebelum mengalami sakit, AW diketahui memiliki beberapa penyakit, di antaranya penyakit asam lambung, tifus, dan keluhan sakit lainnya.

Agar penyakit yang dialami oleh pasien tersebut menjadi jelas dan terang, pasien AW sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh guna dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

"Soal biaya pengobatan Amelia Wulandari, juga sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat," katanya menegaskan.

Ramli MS juga menegaskan tidak ada niat dari seorang ayah untuk mencelakai anaknya. Begitu juga pemerintah, tidak ada niat untuk mencelakai rakyatnya dengan program penyuntikan vaksin COVID-19.

"Yang dipikirkan oleh pemerintah saat ini bagaimana agar masyarakat sehat dan tidak terpapar virus Corona. Tidak ada negara yang mau melihat rakyatnya menderita, pemerintah ingin agar masyarakat sehat dan terhindar dari pandemi COVID-19," kata Ramli MS.

Sebelumnya, AW sempat mengalami kelumpuhan usai divaksinasi Corona. Namun kini anggota tubuhnya sudah dapat digerakkan kembali meski belum normal.

"Sekarang kaki dan tangannya sudah mulai dapat digerakkan. Kalau kemarin itu memang tidak bisa digerakkan sama sekali," kata paman AW, AM, Senin (2/8).

Mahasiswi Lumpuh di Aceh Barat
Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS bersama Kapolres AKBP Andrianto Argamuda SIK dan Dandim 0105 Aceh Barat Letkol Inf Dimar Bahtera saat membesuk seorang mahasiswi yang sempat mengalami kelumpuhan. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

AM mengatakan keponakannya menjalani vaksinasi untuk keperluan administrasi di kampus. AW disebut telah menjelaskan ke petugas medis di Puskesmas bila dia mengalami riwayat penyakit lambung akut.

Pihak puskesmas disebut meminta AW berkonsultasi dengan dokter spesialis di rumah sakit. Menurut AM, pihak kampus juga membolehkan AW tidak divaksinasi tapi harus menyertakan surat keterangan dari dokter.

AW kemudian mendatangi dokter spesialis di sebuah rumah sakit swasta di Aceh Barat. Sang dokter disebut tetap meminta AW menjalani vaksinasi Corona.

AM menjelaskan AW akhirnya terpaksa menjalani vaksinasi pada Selasa (27/7) karena batas pengisian KRS tinggal sehari lagi. Usai disuntik, AW disebut mulai mengalami gejala pada sore hari.

"Malamnya mual-mual, lalu kejang-kejang, kulitnya membiru, tangan dan kakinya semua kaku dan pingsan sebanyak empat kali lalu dibawa ke rumah sakit," jelas AM. (*)