Mahasiswa KKN Unimal Bersihkan Waduk PKS Cot Girek

Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh kelompok 130 bersama Manager PKS PTPN I dan jajaran Stafnya membersihkan waduk di Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, Sabtu (24/10/2020).
Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh kelompok 130 bersama Manager PKS PTPN I dan jajaran Stafnya membersihkan waduk di Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, Sabtu (24/10/2020). Foto Istimewa

ACEHSATU.COM | LHOKSUKON – Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh kelompok 130 bersama Manager PKS PTPN I dan jajaran Stafnya membersihkan waduk di Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, Sabtu (24/10/2020).

Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 130 yaitu, Yogi Ardhika Wijaya, Zakenia Khairunnisa Falah, dan Dinda Robiatul Al Qory.

Semuanya dari Prodi Teknik Kimia Fakultas Teknik dibawah bimbingan Dosen Pembimbing (DPL), Dr.Nilahayati, S.P., M.Si.

Ketua kelompok 130, Yogi Ardhika Wijaya mengatakan, “ini kegiatan yang meyenangkan sekaligus membanggakan dimana mahasiswa dan masyarakat ikut berpatisispasi bersama manager PKS PTPNI dan jajarannya untuk membersihkan Waduk PKS Cot Girek.

“Tujuan pembersihan waduk ini merupakan upaya menjaga keindahan dan kebersihan waduk agar air yang disalurkan kepada masyrakat juga layak konsumsi. Dimana air waduk ini selain digunakan untuk kebutuhan proses pabrik, juga akan dialirkan kepada masyarakat sekitarnya”ujarnya.

Dalam pembersihan waduk ini tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19 dengan tetap menggunakan masker saat kegiatan berlangsung.

Manager PKS PTPN I Cot Girek, Ir. Suprianto memberi apresiasi kepada mahasiswa yang sudah ikut berpatisipasi dalam membersihkan Waduk PKS ini.

Diharapkan kedepannya kegiatan ini menjadi kegiatan yang rutin dilakukan.

Selain itu bapak Suprianto turut mengajak mahasiswa untuk ikut serta dalam salah satu program PTPN-1 yang melibatkan masyarakat setempat. “Saya harap kedepannya kita dapat bersama – sama bekerja sama dalam melaksanakan program PTPN-1 PKS Cot Girek yaitu pemberdayaan lahan kosong untuk dijadikan tanaman karang kitri,” katanya. (*)