Potret

Mahasiswa Aceh Persunting Gadis Mesir yang Masih Keturunan Ahlul Bait, Pestanya Digelar di Sungai Nil

Mursal yang sekarang tercatat sebagai Mahasiswa Magister Jurusan Fiqh Muqarin Universitas Al-Azhar ini resmi memperisteri Rehab pada 15 September lalu.

FOTO | kmamesir.org

ACEHSATU.COM | MESIR — Mahasiswa Aceh kembali mempersunting gadis Mesir pada Sabtu, 6 Oktober 2018. Upacara pernikahan Mursal Ismail, pemuda asal asal Bireuen, dengan Rehab Muhammad Kamal, gadis Mesir, berlangsung di sebuah kapal yang berlayar di sungai Nil, Kairo.

Mursal yang sekarang tercatat sebagai Mahasiswa Magister Jurusan Fiqh Muqarin Universitas Al-Azhar ini resmi memperisteri Rehab pada 15 September lalu.

Akad nikah berlangsung khidmat di kantor Wizaratul ‘Adl, Kantor Urusan Agama setempat.

Pesta pernikahan yang berlangsung pada malam Minggu di atas kapal Arusah Nil ini berlangsung penuh khidmat. Resepsi berjalan sederhana dan hanya dihadiri keluarga dekat kedua mempelai. Penampilan tarian Rapai Geleng dari Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir juga turut memeriahkan acara pernikahan Mursal dan Rehab.

Awal kisah cinta dua negara ini bersemi

Mursal mengenal Rehab pada acara wisuda Universitas Al-Azhar. Mursal yang baru saja menyelesaikan sarjana di kampus tertua di dunia itu mendaftar wisuda dan bertemu Rehab dan kakaknya yang pada saat itu menjadi panitia wisuda.

BACA: Mahasiswa Aceh di Yogya Gelar Syukuran Kemenangan Kepemilikan Asrama Ponco

Percakapan terjadi saat Mursal mengembalikan pakaian wisuda yang dikenakannya pada acara tersebut.

Percakapan mursal dan rehab sangatlah singkat, melihat Rehab yang berbicara santun, lemah lembut dan penuh senyuman, Mursal tertarik padanya. Ia mengungkapkan perasaan pada Rehab dan ingin mempersuntingnya. Namun, Rehab meminta waktu berpikir dan beristikharah kepada Mursal.

Rehab dan Mursal bersama keluarga Rehab. (Foto. Ari Adliansyah)

“Ketika Rehab meminta waktu untuk istikharah beberapa hari. Di hari-hari berikutnya saya juga berdoa kepada Allah untuk dimudahkan langkah saya ini jika Rehab benar-benar jodoh saya. Jujur, saya pada saat itu pasrah pada Allah. Saya tidak takut sama sekali jika seandainya Rehab menerima atau menolak. Saya kembalikan kepada Allah. Dan alhamdulillah keluarga saya juga mendukung saya sepenuhnya,” kisah Mursal.

Rehab tercatat sebagai mahasiswi di Jurusan Sosiologi Universitas Al-Azhar. Rehab berasal dari keluarga taat beragama. Ayah Rehab, Muhammad Kamal, merupakan pegawai di Wizaratul Auqaf, Kantor Kementerian Agama Mesir.

Ayahnya juga merupakan imam mesjid di Madinah Salam, Kota Kairo. Di samping itu, Rehab masih merupakan ahlul bait Rasulullah Saw. Silsilah keluarganya bersambung kepada Sayyidina Hasan bin Ali, cucu Rasulullah Saw.

BACA: Akibat Salah Pemberitaan, Beasiswa Mahasiswa Aceh di Mesir Terancam Dicabut

Kekhawatiran sempat terjadi pada keluarga Rehab. Ayah Rehab tidak mempersalahkan jika Rehab menikah dengan Mursal, tapi ibunda Rehab dan saudara dari pihak ibunya khawatir dan tidak setuju jika Rehab menikahi seseorang yang berasal dari negara lain yang berbeda budayanya.

Gadis yang berumur 21 tahun ini pun mampu menyakinkan ibu dan saudara-saudaranya dengan baik.

“Jika Ibu khawatir dan tidak yakin Rehab akan bahagia jika menikahi orang Indonesia, apakah Ibu bisa yakin Rehab akan bahagia jika seandainya nanti menikahi sesama orang Mesir?” Rehab meyakinkan ibunya bahwa Mursal adalah pemuda yang baik dan taat beragama. Ibunya kemudian setuju.

Beberapa hari setelahnya, Rehab menghubungi Mursal dan menjelaskan hasil istikharahnya. Rehab juga mencintai Mursal dan ingin menikah dengannya.

Rehab meminta Mursal untuk menghubungi dan menjumpai keluarganya secepat mungkin.

Mursal dan Rehab bersama personil Rapai Geleng. (Foto. Ari Adliansyah)

“Alhamdulillah setelah bersilaturrahmi ke rumah Rehab, mengenal keluarganya yang cukup baik, sederhana, dan sopan dalam tata bahasa. Saya pun memperkenalkan diri dengan baik. Pihak keluarganya kemudian memutuskan menerima pinangan saya terhadap Rehab. Alhamdulillah Allah memudahkan segalanya, mulai dari proses tunangan di KMA akhir tahun lalu hingga pesta pernikahan kemarin,” ujar pemuda yang berumur 31 tahun ini.

Kepada Kmamesir.org, Mursal menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir yang telah banyak membantu dari awal proses pertunangan hingga pernikahan.

Ia berharap akan ada mahasiswa Aceh lain yang menyusul langkahnya.

BACA: Pemuda Asal Aceh Lolos ke Final MTQ Internasional Mesir

“Rehab ini cinta pertama saya, dan saya berharap ia menjadi cinta terakhir dalam hidup saya. Rehab ini cukup lemah lembut dan perhatian. Ia pun berasal dari keluarga baik-baik dan taat beragama. Saya berharap akan ada pemuda Aceh lain yang mengikuti langkah saya ini. Intinya jangan takut menikah, Allah akan mudahkan segalanya. Dan jika kita menikahi gadis Mesir, insya Allah surga dunia akhirat kita bisa dapatkan,” pesan alumnus pesantren Syamsyud Dhuha, Aceh Utara ini sambil tertawa.

Thaiburrifqi Ananda, Ketua KMA Mesir, mengucapkan rasa syukur dan selamat atas kebahagiaan menempuh hidup baru Mursal dan Rehab. Ia pun berharap akan ada kawan-kawan Aceh lainnya yang juga menikahi wanita Mesir.

“Alhamdulillah dan selamat kepada Bang Mursal dan Kak Rehab. Ini adalah momen kedua setelah Bang Munir kemarin yang juga menikahi orang Mesir. Bang Mursal ini orang Aceh kedua yang menikah dengan orang Mesir. Semoga Bang Mursal dan Kak Rehab menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Ini juga menjadi motivasi bagi warga Aceh khususnya laki-laki yang berkeinginan menikahi gadis Mesir,” kata Thaiburrifqi. (*)

Sumber: kmamesir.org

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top