MAFINDO Bentuk PESAT di Tanah Rencong

Pembentukan PESAT Aceh ini terinspirasi dari keberhasilan Hoax Crisis Center (HCC) yang sebelumnya dibentuk di Kalimantan Barat dan Jawa Barat.
PESAT aceh
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) membentuk Paguyuban Ekosistem Internet Sehat (PESAT) di Tanah Rencong. Dok. Gerak Aceh

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Upaya menangkal hoaks dan meningkatkan kecakapan literasi tak dapat dilakukan sendiri atau tanpa kerja sama.

Kesadaran akan tantangan ini lah yang membuat Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) membentuk Paguyuban Ekosistem Internet Sehat (PESAT) di Tanah Rencong atau Provinsi Aceh.

Program Officer MAFINDO, Dedy Helsyanto menjelaskan pembentukan PESAT Aceh ini terinspirasi dari keberhasilan Hoax Crisis Center (HCC) yang sebelumnya dibentuk di Kalimantan Barat dan Jawa Barat.

Tujuannya sendiri adalah sebagai medium kolaborasi dari tiap lapisan masyarakat mulai dari pemerintah, media hingga organisasi masyarakat sipil untuk meminimalisir sebaran dan dampak hoaks yang ada di daerahnya.

“Begitu juga dengan PESAT Aceh yang dibentuk oleh berbagai kalangan mulai dari organisasi masyarakat sipil, media dan pemerintahan daerah, bersepakat untuk berkolaborasi atau bergotong royong menekan risiko dari hoaks yang ada di Aceh dan meningkatkan kecakapan literasi masyarakat Aceh,” kata Dedy saat acara Peluncuran dan Deklarasi PESAT Aceh, Rabu (27/7/2022).

Dedy yang juga Pemeriksa Fakta MAFINDO menerangkan bahwa pembentukan PESAT Aceh bisa dibilang menemukan momentumnya, yakni jelang pemilu 2024.

Belajar dari pengalaman pemilu 2019 sebelumnya, cukup banyak sebaran hoaks yang isinya kelindan antara tema politik dan SARA.

“Artinya, PESAT Aceh nantinya akan melakukan berbagai kegiatan yang informatif, edukatif dan advokatif untuk menangkal hoaks dan ujaran kebencian yang dapat melanggengkan polarisasi”, tegas Dedy.

Koordinator PESAT Aceh, Destika Gilang Lestari menambahkan, acara peluncuran dan deklarasi PESAT Aceh adalah awal dari komitmen melawan hoaks dan ujaran kebencian di Aceh.

Setelah ini, PESAT Aceh akan fokus untuk melakukan pelatihan cek fakta dan pembuatan konten untuk para anggotanya.

“Pada awal Agustus nanti, kami akan melakukan pelatihan cek fakta dan pembuatan konten dahulu. Ini adalah modal untuk para anggota PESAT Aceh sebelum terjun ke masyarakat untuk memberikan informasi, edukasi dan advokasi”, kata Gilang.

Selain itu, Gilang juga menyatakan akan menggandeng lebih banyak lagi masyarakat Aceh untuk bergabung di PESAT. Alasannya karena melawan hoaks yang dampaknya sangat membahayakan seperti perpecahan ini butuh jejaring yang banyak dan jangkauan yang luas.

PESAT aceh
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) membentuk Paguyuban Ekosistem Internet Sehat (PESAT) di Tanah Rencong. Dok. Gerak Aceh

“Maka itu PESAT Aceh akan berkomunikasi kepada banyak pihak seperti organisasi keagamaan, organisasi pemuda, organisasi perempuan, organisasi mahasiswa dan organisasi lainnya untuk bersama-sama menangkal hoaks baik di ranah digital maupun luring”, katanya.

Kegiatan peluncuran dan deklarasi PESAT Aceh ini diiringi dengan diskusi yang bertajuk “PESAT Aceh: Kolaborasi Menangkal Hoaks di Tanah Rencong”. Ada lima narasumber dari kegiatan yang dilakukan daring melalui Zoom tersebut, yaitu Koordinator PESAT Aceh, Destika Gilang Lestari, Ketua AJI Banda Aceh, Juli Amin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dan Persandian Provinsi Aceh, Marwan Nusuf, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Banda Aceh, Wildan Sani Rasyid dan Program Officer MAFINDO, Dedy Helsyanto.

Kesekuruhan rangkaian kegiatan ini diketahui didukung oleh Internews Indonesia dan USAID. Chief of Party Internews Indonesia, Eric Sasono mengatakan dukungan terhadap kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas ekosistem informasi agar semakin berkualitas dan aman untuk semua. (*)