Mafia Tanah Beraksi di Abdya, Ini Kata Bupati Akmal

Mafia tanah beraksi di Abdya. Hal itu terkuak menyusul postingan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim di media sosial yang mengingatkan tentang aksi mafia tanah.
Mafia Tanah di Abdya
Doc: Masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya, meminta kepada bupati Akmal Ibrahim (tengah) agar tidak memperpanjang lagi izin HGU PT Cemerlang Abadi di Babahrot. (Dok 2017) (ANTARA/Suprian)

Mafia Tanah di Abdya

ACEHSATU.COM | ABDYA – Mafia tanah di Abdya. Informasi itu terkuak menyusul adanya postingan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim di media sosial yang mengingatkan tentang aksi mafia tanah.

Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim menyerukan masyarakat di daerahnya untuk melawan mafia tanah, karena ulah dan perbuatannya telah merugikan masyarakat.

“Mari lawan mafia tanah dan pencari uang receh dengan menipu rakyat,” seru bupati Akmal pada media sosial dipantau wartawan di Blangpidie, Sabtu (28/11/2020).

 

Mafia Tanah di Abdya
Doc: Masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya, meminta kepada bupati Akmal Ibrahim (tengah) agar tidak memperpanjang lagi izin HGU PT Cemerlang Abadi di Babahrot. (Dok 2017) (ANTARA/Suprian)

Selain itu bupati Akmal juga mengupload sebuah video berdurasi dua menit 42 detik pada akun facebook resmi-nya sekaligus menuliskan sejumlah paragaf terkait penjelasan isi dari video tersebut.

Begini bunyinya:

“Ini adalah contoh mafia tanah yang sudah beroperasi sejak tahun 2007. Sampai sekarang masih melakukan penipuan, pembohongan, dan provokasi tanpa dasar,” 

“Entah berapa kali rakyat sudah tertipu sejak tahun 2007 dengan meminta kumpul-kumpul uang, dan setelah itu tinggal buat alasan menyalah-nyalahkan orang lain,” 

“Terakhir rakyat kecewa dan tetap tertipu, meski penipunya orang itu-itu juga,”

Bupati Akmal mengaku telah berbicara dengan Kapolres, Dandim 0110, Kepala Kejaksaan dan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait  adanya oknum mafia tanah tersebut.

“Saya harapkan, seluruh aparat hukum dan pemerintah, agar memberi perhatian khusus untuk mafia tanah ini,” cetusnya

Begitu juga kepada kepala desa dan tokoh masyarakat, agar menjelaskan hal yang sebenarnya, sehingga masyarakat di desa-desa tidak menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh mafia tanah tersebut.

“Jangan rakyat ini ditipu begitu-begitu saja di depan mata kita, dan kita diam saja.  Mari lawan mafia tanah dan pencari uang receh dengan menipu rakyat itu,” serunya lagi. (*)