Madrasah di Aceh Mulai Vaksin Siswa

Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh Iqbal, Jumat, mengatakan bahwa vaksinasi di madrasah merupakan salah satu program pemerintah untuk melindungi siswa didik dari wabah COVID-19.
Madrasah di Aceh Mulai Vaksin Siswa
Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh Iqbal (dua kanan) saat meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi siswa madrasah di MAN 1 Banda Aceh, Jumat (24/9/2021). (ANTARA/HO-Humas Kemenag Aceh)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menyebutkan madrasah di wilayah provinsi paling barat Indonesia itu sudah mulai melakukan penyuntikan vaksin COVID-19 bagi siswanya, sebagai upaya percepatan terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) dari serangan virus corona.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh Iqbal, Jumat, mengatakan bahwa vaksinasi di madrasah merupakan salah satu program pemerintah untuk melindungi siswa didik dari wabah COVID-19.

“Ini merupakan program pemerintah pusat tidak hanya untuk sekolah tapi untuk madrasah. Alhamdulillah beberapa madrasah kita sudah melaksanakan vaksin untuk siswa-siswinya,” kata Iqbal saat meninjau vaksinasi COVID-19 di MAN 1 Kota Banda Aceh.

Iqbal mencontohkan seperti MAN 1 Banda Aceh, yang sudah melalukan penyuntikan vaksin terhadap 120 siswanya. Vaksinasi di madrasah tersebut menggunakan dosis vaksin Sinovac.

Sebelum divaksin, para siswa terlebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim medis. Kata Iqbal, sebelum mengikuti vaksinasi, para siswa harus terlebih dulu mengantongi izin dari wali masing-masing.

“Yang kita lakukan hari ini sesuai tahapan dan prosedur vaksinasi diawali dengan surat persetujuan dari wali siswa siswi,” katanya.

Madrasah di Aceh Mulai Vaksin Siswa
Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh Iqbal (dua kanan) saat meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi siswa madrasah di MAN 1 Banda Aceh, Jumat (24/9/2021). (ANTARA/HO-Humas Kemenag Aceh)

Kalau wali keberatan, tidak ditandatangani, maka tidak dikakukan vaksinasi. Tentunya tidak dilakukan vaksinasi ini ada latar belakang yang kuat untuk tidak divaksin, kata Iqbal lagi.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Banda Aceh Nursiah mengatakan, pihaknya  mengapresiasi pelaksanaan program vaksinasi di madrasah. Hal itu sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di madrasah.

“Pada prinsipnya MAN 1 Banda Aceh mendukung program pemerintah, dan pada akhirnya MAN 1 Banda Aceh kita bisa belajar tatap muka,” katanya.

Selama ini, Nursiah menjelaskan, pembelajaran di MAN 1 disesuaikan dengan zona daerah. Meskipun begitu, pihaknya kini sedang melakukan bimbingan bagi siswa kelas akhir untuk persiapan ujian masuk perguruan tinggi ternama.

“Kita mengejar target, anak kita masuk lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Meskipun tidak belajar tatap muka tapi untuk persiapan tes perguruan tinggi  kita ada pendalaman materi di sekolah yang kita buat per kelompok belajar,” katanya. (*)