https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

kapal nelayan
Ilusterasi - Perahu Nelayan

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Peringatan 18 tahun tsunami Aceh tepatnya 26 Desember 2022, Lembaga Panglima Laot (LPL) Aceh berlakukan sanksi bagi nelayan yang melanggar peraturan larangan melaut di setiap tanggal tersebut karena momen Hari peringatan Tsunami telah ditetapkan sebagai hari pantangan melaut. 

“Setiap 26 Desember sudah dijadikan hari pantang melaut bagi nelayan Aceh, ketentuan ini ditetapkan sejak 2005,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Tjut Adek di Banda Aceh, Senin.

Menurut Miftach, ketentuan hari pantangan tersebut sudah masuk dalam hukum adat laut Aceh karena disepakati oleh Panglima Laot seluruh Aceh.

Semua ini juga untuk mengenang para nelayan yang telah meninggal saat peristiwa tersebut. 

“Tanggal 26 Desember menjadi hari untuk mengenang peristiwa terbesar di dunia, yaitu gempa dan tsunami karena sebagian besar korbannya adalah keluarga nelayan,” ujar Miftach.

Miftach juga mengatakan, hari ini, para nelayan se Aceh juga menggelar doa bersama untuk korban tsunami, ada yang melaksanakan di masjid daerah masing-masing dan di kuburan massal. 

“Peraturan ini hanya berlaku hanya satu hari saja, besok nelayan sudah bisa melaut lagi, dan ketentuan ini juga tidak mempengaruhi harga ikan, artinya tetap stabil,” ungkap Miftach.

Selain itu Miftach juga menegaskan nelayan yang melanggar hari pantangan melaut, maka bakal diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama.

“Sanksinya adalah kapal akan ditahan minimal tiga hari dan maksimal tujuh hari, dan semua hasil tangkapannya akan disita untuk Lembaga Panglima Laot,” tegas Miftach.

Selain pada hari peringatan tsunami, hari pantangan melaut lainnya yakni saat hari Jumat (sehari penuh). Kemudian, hari raya Idul Fitri (tiga hari berturut-turut), hari raya Idul Adha (tiga hari berturut-turut). 

Selanjutnya, pada hari kenduri laot (tiga hari berturut-turut), hari kemerdekaan atau HUT RI pada 17 Agustus (sehari penuh), dan hari peringatan tsunami pada 26 Desember (sehari penuh).

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik