Subulussalam

Lontarkan Pernyataan Kontroversial, Tagore Dianggap Tebar Kebencian

Laporan Indra P Keumala

ACEHSATU.COM, Subulussalam – Pernyataan mantan Kepala KP3ALA Tagore Abubakar terkait penyebutan istilah tak lazim terhadap kelompok penentang pemekaran provinsi ALABAS menuai kecaman. Mantan Bupati Bener Meriah itu didesak segera melayangkan permintaan maaf.

Tagore

Penekenan tersebut disampaikan tokoh muda asal Kota Subulussalam, Ardhianto Ujung, Selasa (9/2/2016).

Ardhianto sendiri selama ini memang dikenal sebagai sosok penentang rencana pemekaran Aceh. Ia menganggap penyebutan istilah setan terhadap kelompok yang tidak mendukung pemekaran ALABAS merupakan tindakan provokatif dan terkesan sengaja menebar kebencian.

Menurutnya, sebagai anggota DPR RI sekaligus politisi senior yang telah malang melintang di dunia politik, Tagore tidak seharusnya melontarkan pernyataan berbau kontroversi. “Kami mengharapkan kalimat seperti ini tidak perlu, seolah-olah Tagore dan kelompoknya tidak siap berdemokrasi. Apalagi Tagore berpidato di depan tokoh dan masyarakat Kota Subulussalam,” ujar Ardian.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh Kota Subulussalam ini mengingatkan agar tokoh pemekaran ALA itu belajar memahami kondisi dan tempat saat melakukan pernyataan. “Subulussalam ini daerahnya ulama besar syekh Hamzah Fansuri maka dia seharusnya menghargai negeri kami. Jangan samakan dengan daerah lain,” tegasnya.

Selaku putra daerah Kota Subulussalam, Ardian mendesak Tagore meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. “Kalau memang mau main kasar dan berkata kasar kenapa mesti di Subulussalam. Seharusnya Tagore mengikuti pepatah ular mati kayu tak patah dan rumput pun tak layu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, mantan Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) Tagore Abubakar disebut telah mengeluarkan pernyataan tidak pantas saat menghadiri pengukuhan Panitia Pemekaran Provinsi ALABAS di Lapangan Beringin Kota Subulussalam, Senin (8/2/2016).

Hal ini disampaikan Hasmi Alfansuri, seorang warga Kota Subulussalam kepada ACEHSATU.COM, Senin (8/2/2016) malam.

Ia menyebutkan, dirinya mendengar langsung saat Tagore menyebutkan perkataan tak senonoh bagi siapapun yang menghalangi keinginan melakukan pemekaran provinsi ALABAS.

“Salah satu inti yang disampaikan oleh anggota DPR RI tersebut, (yaitu) siapa saja yang menghalangi terwujudnya provinsi ALABAS adalah setan, dan setan itu adalah musuh yang nyata. Itulah perkataannya,” ujarnya menirukan.(*)

 

To Top