LMAN RI Kelola Aset di Kawasan Kota Lhokseumawe Sebesar Rp10,8 Triliun

"Untuk nilai aset kelolaan LMAN di kawasan Lhokseumawe per 30 Juni 2022 adalah Rp10,8 triliun,"
Pipa-Gas-Arun
LMAN RI kelola aset di kawasan Kota Lhokseumawe Sebesar Rp10,8 triliun

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – LMAN RI kelola aset di kawasan Kota Lhokseumawe Sebesar Rp10,8 triliun. Pengelolaan Aset yang berada dikawasan Kota Lhokseumawe provinsi Aceh oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) RI sebesar Rp10,8 triliun lebih. Aset tersebut yakni aset kilang LNG Arun.

“Untuk nilai aset kelolaan LMAN di kawasan Lhokseumawe per 30 Juni 2022 adalah Rp10,8 triliun,” kata Direktur Pengembangan dan Pendayagunaan LMAN Candra Giri Artanto dalam diskusi via zoom bersama LKBN Antara Biro Aceh, di Banda Aceh, Jumat. 

Adapun aset kilang LNG Arun tersebut berada di areal seluas 1.674 hektare di Desa Blang Lancang Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe. 

Candra menyebutkan, fasilitas pada kilang tersebut yakni empat unit LPG tanks, lima unit LNG tanks, enam unit LNG trains, empat unit condensate tanks, utilities dan tiga berth serta dua jetty.

Kemudian, juga terdapat fasilitas pendukung lainnya seperti komplek perumahan, guest house, gedung sekolah, rumah sakit, fasilitas olahraga, helipad dan commercial building.

Candra menjelaskan, LMAN terus melanjutkan dukungan semua sektor dari aset yang dikelola tersebut, di mana pihaknya mendukung peningkatan aksesibilitas masyarakat untuk pembangunan stasiun kereta api pada tanah seluas 1,9 hektare.

Kemudian, peningkatan kualitas sumber daya manusia berupa pemanfaatan tanah dan gedung training bersama Akademi Industri Petrokimia Oil dan Gas (AKAOGAS) dan Pemerintah Lhokseumawe. 

Dari sisi pendidikan, kata Candra, bentuk dukungannya pemanfaatan untuk SMAN Modal Bangsa Arun (Pemerintah Lhokseumawe) dan dayah (pesantren) modern Aceh. 

Pada fasilitas kesehatan, pemanfaatan tanah dan bangunan rumah sakit Arun, bermitra dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Selanjutnya, dukungan peralihan siaran televisi yang kemudian dimanfaatkan untuk TVRI, RCTI dan Indosiar (skema sewa guna). 

Selanjutnya dukungan untuk peningkatan keamanan udara pada tanah 1,9 hektare, mitra pemanfaatan TNI Angkatan Udara.

Selain itu, Candra juga menyampaikan bahwa kinerja optimalisasi aset kilang LNG Arun tersebut sebagai upaya mendukung ketahanan energi nasional, memenuhi kebutuhan energi untuk industri dan masyarakat setempat. 

“Kehadiran kita juga untuk memberikan multiplier effect kepada daerah khususnya Kota Lhokseumawe melalui terbukanya lapangan kerja baru dan mendorong perputaran ekonomi,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Candra juga mengatakan bahwa mereka sangat senang mendengar adanya temuan cadangan gas baru di wilayah perairan Aceh oleh Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) bersama PT Premier Oil dan Pertamina Hulu Rokan Zona 1.

Pihaknya siap jika proses pemanfaatan gas baru itu nantinya menggunakan alat yang tersedia di kilang LNG Arun, hanya saja memang alat tersebut bukan yang terbaru.

“Terkait itu nantinya kita juga akan membahasnya dengan Kementerian ESDM, bagaimana langkahnya,” demikian kata Candra.