Home / Komunitas / Edukasi / Literasi Merupakan Kebutuhan Manusia Modern

Literasi Merupakan Kebutuhan Manusia Modern

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Pembina FAMe Yarmen Dinamika mengatakan, literasi adalah kebutuhan manusia modern karena setiap orang dihadapkan pada tantangan hidup.

Dalam konteks ini, seseorang yang memiliki kecakapan dalam bidang literasi akan mampu mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup atau life skills.

“Literasi itu sangat beragam, turunannya ada sekitar 40 macam. Di antaranya literasi digital, informasi, internet, media, keuangan, perpustakaan, sains, teknologi, visual, hingga literasi kebangsaan yang sedang kita bicarakan saat ini,” ujarnya dalam diskusi Literasi Hukum yang diselenggarakan Forum Aceh Menulis (FAMe) di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh di Banda Aceh, Sabtu (13/4/2019).

BACA: Prof Bachtiar Aly Gelar Seminar 4 Pilar Dengan Forum Aceh Menulis

Berbicara isu kebangsaan, Yarmen merincikan ada enam aspek penting yang mempersatukan bangsa Indonesia, yaitu: bahasa, religiositas, perasaan senasib sepenanggungan sebagai anak jajahan, kesadaran etnografis dan geografis, keinginan untuk lepas dari belenggu penjajahan, dan ideologi atau Pancasila.

Dalam hubungan daerah-pusat, kata Yarmen, Acehlah satu-satunya provinsi di Indonesia yang selain berstatus istimewa juga khusus.

Keistimewaan Aceh ada empat, sedangkan kekhususan Aceh mencapai 26 item. Sumber keuangan yang diperoleh Aceh juga sangat banyak.

Diskusi Literasi Hukum di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh di Banda Aceh, Sabtu (13/4/2019).

“Tapi Aceh belum sejahtera. Malah menjadi provinsi termiskin di Sumatra dan nomor lima termiskin di Indonesia,” kata Yarmen yang yakin bahwa orang yang aktif berliterasi tidak akan miskin.

Sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Anggota DPR RI Muslim Ayub MM, Pembina FAMe Yarmen Dinamika, dan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husin.

Dr. Taqwaddin yang memaparkan tentang literasi hukum menyampaikan tentang substansi Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) yang memiliki 26 kekhususan Aceh di berbagai bidang.

Di antaranya di bidang pendidikan, kesehatan, pengelolaan sumber daya alam, membentuk Badan Pengelola Migas Aceh, dan membentuk lembaga keistimewaan lain, yakni: Baitul Mal Aceh, Majelis Pendidikan Aceh, Majelis Adat Aceh, dan Lembaga Wali Nanggroe Aceh. (*)

About Redaksi

Check Also

Peringati HUT PGRI ke 74, Pemerintah Aceh Berikan Penghargaan Kepada Guru

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT diwakili Kepala Dinas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *