LIPUTAN KHUSUS: Menyibak Sosok Superman di Balik Agenda Refocusing yang Macet

LIPUTAN KHUSUS: Menyibak Sosok Superman di Balik Agenda Refocusing yang Macet

Laporan Bagian Ketiga

AGENDA besar Pemerintah Aceh terkait refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2020 sebesar Rp1,7 triliun hingga kini masih menyimpan kendala.

Sayangnya, tanggung jawab utama Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) yang telah dimulai sejak awal Mei 2020 itu justru terjadi di tengah gembar-gembor “Super Tim” yang beberapa waktu lalu dicetuskan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Kini, dampak dari kinerja buruk TAPA harus ditanggung rakyat Aceh. Anggaran pembangunan Aceh dalam jumlah yang tidak sedikit, harus mengendap dan tak dapat terealisasi.

Agenda refocusing itu sendiri adalah konsekwensi kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi terkait penanganan wabah Covid-19 serta dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.

Kewajiban penyesuaian anggaran telah keluar jauh hari, tepatnya 17 April 2020. Kala itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mewakili pemerintah, dalam rapat bersama yang turut diikuti 34 gubernur dan 416 bupati/ walikota melalui sambungan video conference meminta seluruh provinsi dan kabupaten/ kota di Indonesia melakukan refocusing dalam waktu terbatas.

Seiring itu, pada 2 Mei 2020 pemerintaah kembali mendorong percepatan refocusing lewat surat keputusan bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Keuangan (Menkeu) Nomor 119/2813/SJ dan 117/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian APBD Tahun 2020 Dalam Rangka Penanganan Covid-19, serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.

Namun hingga jelang memasuki pekan kedua Juni 2020, TAPA belum juga menuntaskan refocusing APBA 2020 sebesar Rp1,7 trilun.

Sumber ACEHSATU.COM menyebut, perihal input data anggaran ke sistem belum sepenuhnya selesai.

Masih merujuk keterangan sumber, selain disebabkan oleh buruknya manajemen pengelolaan tim, permasalahan muncul disebutkan juga berfaktor pada karakter sosok dalam tim TAPA yang disebut layaknya Superman.

Ini pula yang menjadi alasan mengapa akhirnya “Super Tim” yang diharapkan Nova Iriansyah gagal terwujud. Superman mengalahkan Super Tim.

Padahal skema rancangan refocusing dan realokasi Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2020 sebesar Rp1,7 triliun itupun telah dipaparkan Pemerintah Aceh melalui Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah yang juga ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) kepada anggota Badan Anggaran DPR Aceh pada Selasa (6/5/2020) lalu.

Lalu siapa sosok Superman dimaksud yang jadi penyebab Super Tim gagal terwujud hingga macetnya refocusing APBA 2020 sebesar Rp1,7 trilun?

Tim ACEHSATU.COM yang coba menghubungi ketua TAPA, Taqwallah untuk mengklarifikasi perihal ini belum berhasil terhubung.

Namun dari pengakuan sumber, sosok Superman yang dimaksud adalah orang yang terlibat langsung dalam TAPA itu sendiri. Hasil kerja tim seringkali memperoleh semacam veto jika tak sesuai keinginannya. Sosok itu juga yang berpengaruh besar terhadap kebijakan penganggaran.

Bahkan dari sumber yang lain, ACEHSATU.COM memperoleh bocoran bahwa dalam Tim TAPA justru muncul “Tim Kecil” dengan pengaruh luar biasa. Tim Kecil ini mendominasi segala aspek kebijakan TAPA.

Lebih jauh, tim itu juga disebutkan turut bergelirya memengaruhi kebijakan di tiap Satuan Kerja Pemerintah Aceh. Mereka mampu mengintervensi agar proyek-proyek dinas, pengerjaannya jatuh ke orang-orang atau kontraktor yang mereka tentukan.

Sepak terjang itulah yang menurut sumber menjadi alasan mendasar kenapa Super Tim yang digagas Plt Gubernur Aceh tidak dapat terwujud.

“Harus mengikuti keinganannya saja,” ucap sang sumber.

Hingga saat ini, ACEHSATU.COM tengah memastikan beberapa data pelaksanaan anggaran di dinas tertentu yang diduga menjadi ‘jatah’ gelap oknum tertentu.

Namun apapun ceritanya kemudian, sinyalemen adanya persoalan di dalam tubuh TAPA, termasuk keberadaan sosok Superman akan sulit terbantahkan.

Apalagi dalam kondisi yang sedang berlangsung saat ini, di mana faktanya refocusing APBA 2020 sebesar Rp1,7 triliun tak kunjung dituntaskan TAPA. (*)