Lima Satwa Asli Pulau Sumatra yang Terancam Punah

Pulau Sumatra kaya akan beragam satwa endemik. Hewan khas Sumatera ini bertugas menjaga kestabilan ekosistem.
beo nias
Hewan-hewan khas Sumatra. Foto: Getty Images/iStockphoto/nengredeye

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Pulau Sumatra kaya akan beragam satwa endemik. Hewan khas Sumatera ini bertugas menjaga kestabilan ekosistem.

Sayangnya, bentuk fisiknya yang unik dan menarik menyebabkan mereka menjadi sasaran empuk perburuan. Pemerintah sampai harus mengeluarkan aturan agar hewan-hewan ini dilindungi.

Dilansir dari laman Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, berikut hewan khas Pulau Sumatra:

1. Beo Nias

Beo Nias (Gracula Religiosa Robusta) merupakan jenis beo endemik di Sumatra. Beo Nias lebih besar dari pada beo biasa serta sepasang gelambir cuping telinga berwarna kuning pada Beo Nias yang menyatu sedangkan beo biasa terpisah (tidak menyatu).

Karena kepandaiannya mengeluarkan bunyi dan meniru pembicaraan orang, menyebabkan burung Beo Nias menjadi primadona. Akibat tingginya sasaran perburuan Beo Nias, Menteri Pertanian mengeluarkan Surat Keputusannya No. 421/Kpts/Um/8/1970 menetapkan Burung Beo Nias sebagai satwa yang dilindungi.

2. Harimau Sumatra

Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) merupakan spesies harimau asli dari Pulau Sumatera yang termasuk subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini. Ciri Harimau Sumatra adalah ukuran tubuhnya paling kecil dibanding jenis harimau lainnya dengan warna paling gelap di antara semua spesiesnya.

Populasi liar Harimau Sumatra kini hanya tersisa 400-500 ekor dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered).

3. Orangutan

Orangutan Sumatra (Pongo abelii) adalah spesies orangutan terlangka. Survei pada tahun 2004 memperkirakan hanya ada sekitar 7.300 ekor Oangutan Sumatera. Jumlah yang sedikit mengingat wilayah Pulau Sumatera yang luas.

Ukuran mereka lebih kecil jika dibandingkan dengan spesies Orangutan Kalimantan. Orangutan Sumatera hanya memiliki tinggi sekitar 4,6 kaki dengan berat 200 pon. Sedangkan orangutan betina berukuran lebih kecil yakni dengan tinggi sekitar 3 kaki dan berat 100 pon.

4. Monyet Kedih

Monyet Kedih (Presbytis Thomasi), hanya terdapat di Pulau Sumatra, khususnya Sumatra Utara. Hewan ini termasuk dalam daftar hewan langka dan nyaris punah. Monyet Kedih memiliki warna bulu yang jelas dan ekspresi yang tenang. Hewan ini juga dikenal pemalu dan takut pada manusia.

5. Gajah Sumatra

Gajah Sumatra (Elephas Maximus) merupakan hewan endemik Sumatra yang dilindungi. Hewan ini ditangkarkan di Way Kambas Lampung, Taman Nasional Gunung Leuser Aceh, dan Tangkahan Langkat. Kawasan pemeliharaan gajah atau Conservation Response Unit (CRU) Tangkahan telah diprogramkan sejak 2002 dan mulai dioperasikan pada tahun 2007. Pada CRU Tangkahan terdapat 8 ekor gajah dirawat oleh perawat gajah atau Mahot.

Hewan khas Sumatra di atas merupakan hewan yang dilindungi. Tingginya perburuan menyebabkan jumlah mereka semakin terbatas. Padahal, keseimbangan antara fauna dan flora penting dalam menjaga ekosistem. (*)