Lima Pondok Pesantren di Bireuen Terima Piagam IJOP

Lima pondok pesantren di Bireuen, menerima piagam ijin operasional (IJOP) dan SK Direktur Pendidikan Islam Nomor 4804 tahun 2020 tentang penetapan nomor statistik pondok pesantren (NSPP) yang diserahkan Kepala Kantor Kementerian Agama, Selasa (15/09/2020) pagi.
Kankemenag Bireuen, Drs Zulkifli Idris MPd serah simbolis IJOP dan NSPP bagi pimpinan pondok pesantren, Selasa (15/09/2020) pagi. Dok. Acehsatu.com

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Lima pondok pesantren di Bireuen, menerima piagam ijin operasional (IJOP) dan SK Direktur Pendidikan Islam Nomor 4804 tahun 2020 tentang penetapan nomor statistik pondok pesantren (NSPP) yang diserahkan Kepala Kantor Kementerian Agama, Selasa (15/09/2020) pagi.

Keterangan diperoleh AcehSatu.Com, lima pesantren dari lima kecamatan itu adalah, YPI Madinatuddiniyah Madinatussalam, Gampong Paya, Kecamatan Peudada, pimpinan Tgk Asrul Fauzi, dayah terpadu Az Zanzabil, Gampong Buket Teukuh, Kecamatan Kota Juang, pimpinan Drs Akhtiar Ismail Lc MA.

Juga Raudhatul Mubarakah Al-Idrisiyah, Gampong Meunasah Puuk, Kecamatan Samalanga pimpinan Tgk Yahya Ahmad, dayah Madinatuddiniyah Raudhatul Mubaarakah Al-Munawwarah, Gampong Krueng Juli Barat, Kecamatan Kuala, dan Syamsul Maarif Al Ahmad, Gampong Tanjong Bungong, Kecamatan Gandapura pimpinan Teugku Syeh Boihaki Syeh Ahmad.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Bireuen, Drs H Zulkifli Idris MPd dan Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam H Sulaimannur SAg, Selasa (15/09/2020) pagi di Kankemenag saat penyerahan piagam dan SK tersebut.

Kankemenag mengatakan, penyerahan piagam IJOP ini juga dikarenakan saat ini perdana pengurusannya secara online dan diharapkan pimpinan pesantren harus respon dengan penerapan sistem online, dan hal ini juga masih perlu disosialisasi.

Apabila sistem ini tidak diikuti pesantren tidak mendapat perhatian atau bantuan pemerintah dapat diberikan.

Di pesantren juga diharap agar disedia operator khusus, di Bireuen dari 11 pesantren, baru lima memenuhi syarat dan menerima piagam dan SK NSPP lainnya lagi proses, jelas Zulkifli Idris.

Kasi Pakis, H Sulaimannur SAg berharap pondok pesantren semakin bebas bergerak dan tidak perlu was-was oleh pertanyaan dari wali santri terkait status Ponpes karena sudah memiliki IJOP dan NSPP dapat dimasukkan dalam spanduk dan baliho Pompes agar mudah dibaca terutama wali santri.

“Diharapkan kepada pondok pesantren telah menerima piagam IJOP dan NSPP untuk aktif mengentry data kelembagaan, sarana prasarana serta biodata pengajar dan murid atau santri anak didik pada aplikasi EMIS Pesantren,” imbuhnya. (*)