Lima Kadis di Pidie Dicopot, Ini Penyebabnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie menyebut pencopotan itu bagian dari evaluasi kinerja.
Kadis di Pidie
Ilustrasi ASN (Foto: Getty Images/Yamtono_Sardi

ACEHSATU.COM | PIDIE – Lima kepala dinas di Kabupaten Pidie, Aceh, dicopot dari jabatannya dan dijadikan PNS biasa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie menyebut pencopotan itu bagian dari evaluasi kinerja.

Lima pejabat dicopot adalah Kepala Distanpang Sofyan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Ridwandi, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP2AKB) Pidie Ainul Mardiyah.

Selain itu, ada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Muhamad Yassir serta Kadis Perindustrian Perdagangan dan UKM (Disperindag) Zulkifli.

Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud mengatakan Pemkab Pidie mengevaluasi kinerja dan operasi penegakan disiplin terhadap para pejabat secara periodik. Para pejabat tersebut dimutasi berdasarkan hasil evaluasi dilakukan BKPSDM Pidie.

“Berdasarkan evaluasi kinerja dan operasi penegakan disiplin tersebutlah disimpulkan bahwa lima pejabat tersebut harus dikembalikan sebagai ASN biasa, bukan karena faktor ‘like and dislike’, karena tanpa pelanggaran disiplin dan berkinerja buruk seorang ASN tidak boleh diberhentikan dari jabatannya sebelum tiba waktunya serta KASN tidak akan mengeluarkan rekomendasinya,” kata kata Fadhlullah saat dimintai konfirmasi mengutip detikcom, Kamis (25/11/2021).

Dia menjelaskan Pemkab Pidie punya komitmen menata sistem birokrasi yang efektif dan efisien untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Fadhlullah menyebut UU ASN telah mengatur tata cara rotasi serta mutasi ASN.

“Dalam hal mutasi jabatan maka Pemkab Pidie sedang menata birokrasi Pidie menuju ke arah ‘merit system’. Setiap mutasi dan rotasi serta pemberhentian ASN dari jabatan tertentu pasti dengan rekomendasi dari KASN,” ujar Fadhlullah.

Pascapencopotan itu, posisi jabatan yang ditinggalkan kelimanya kosong. Saat ini, Bupati Pidie Roni Ahmad menunjuk Plt untuk mengisi kekosongan.

Kadis di Pidie
Ilustrasi ASN (Foto: Getty Images/Yamtono_Sardi

Menurut Fadhlullah, Pemkab Pidie saat ini telah membuka kembali seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT). Fadhlullah meminta semua pihak mengawasi seleksi tersebut.

“Mengingat dalam pelaksanaan seleksi JPT ini sangat rawan dengan berbagai upaya ‘suap menyuap dan janji’ yang berujung kepada tindak pidana korupsi yang sangat merugikan daerah dan masyarakat, maka kami ingin menjaga agar proses seleksi JPT di Pidie benar-benar berlangsung transparan clear and clean,” kata Fadhlullah.

“Untuk itu, Pemkab Pidie mengundang dan mempersilakan masyarakat, pers dan aparat yang berwenang untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap setiap tahapan proses seleksi JPT tersebut,” lanjutnya.

Fadhlullah menambahkan pengawasan perlu dilakukan agar tidak ada pihak yang bermain mata dalam proses seleksi. Bila kedapatan, katanya, bakal ditindak tegas.

“Hal ini untuk menghadirkan kepuasan publik dan sesuai dengan amanah Bupati Pidie bahwa tidak boleh ada ‘permainan uang’ dalam setiap mutasi jabatan di Pidie, jika ditemukan tindakan penyalahgunaan kewenangan dalam proses seleksi JPT ini maka bupati akan mengambil tindakan tegas,” sebut Fadhlullah. (*)