Lima Bangunan Ruko di Bantaran Sungai Amblas Terbawa Arus Akibat Banjir di Pidie

“Kami tidak bisa mendata dan memberi bantuan ataupun membantu evakuasi, yang mana kejadian terjadi akibat ulah masyarakat sendiri yang tidak mematuhi peraturan dan memaksakan mendirikan bangunan di bantaran sungai,
Bangunan ruko di Pidie amblas ke sungai akibat banjir
Warga memindahkan barang Bangunan yang ambruk diterjang banjir di Kembang Tanjong, Pidie

ACEHSATU.COM | Sigli – Sebanyak lima ruko yang terletak dibantaran sungai amblas terbawa arus di Gampong Aron Asan Kumbang, Kecamatan Kembang Tanjong dan di Gampong Pukat di Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

“Lima ruko di bantaran sungai Gampong Aron rusak dan amblas terbawa arus banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tiro tadi Pagi,” sebut Syifa Syauki warga setempat, Senin, (23/1/2023).

Awalnya bangunan itu sudah mulai miring sejak Minggu (22/1) Malam, lantaran debit air tinggi sehingga meluap dan menerjang tebing yang terhubung bangunan tersebut.

Menurut Syauki, pemilik ruko tidak sempat menyelamatkan barang-barang di dalamnya karena saat kejadian pemilik tidak di lokasi dan sejumlah bangunan lainnya yang berdekatan ikut terancam ambruk karena sebagian tiang pondasi sudah terbawa arus air.

Sementara bangunan toko kosong empat pintu di Gampong Pukat Kecamatan Pidie juga ambruk akibat tanah di bantaran sungai sudah kosong karena terkikis banjir.

Terpantau di lokasi, tiang bangunan tersebut dihantam debit air sungai yang tinggi dan deras. Pemilik dibantu warga setempat sedang membongkar sebagian bangunan yang masih bisa diselamatkan.

Badan Penanggulangan Bencana Banjir (BPBD) Pidie saat dikonfirmasi membenarkan adanya bangunan yang ambruk tersebut namun kejadian tersebut tidak terdata oleh BPBD.

Kalak BPBD Pidie, Muhammad Rabiul mengatakan bangunan tersebut merupakan bangunan liar yang didirikan di bantaran sungai tanpa izin sehingga di saat ambruk terbawa arus sungai bangunan tersebut termasuk bangunan hilang.

“Kami tidak bisa mendata dan memberi bantuan ataupun membantu evakuasi, yang mana kejadian terjadi akibat ulah masyarakat sendiri yang tidak mematuhi peraturan dan memaksakan mendirikan bangunan di bantaran sungai,” kata Rabiul.

Sebelumnya, pihaknya telah mengimbau warga agar tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai atau di tebing sungai, namun masyarakat enggan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan sesuai undang-undang.