LHP BPK: Tender Jembatan Kilangan yang Dimenangkan PT SCY Rp42,95 Miliar Bermasalah

LHP BPK: Tender Jembatan Kilangan yang Dimenangkan PT SCY Rp42,95 Miliar Bermasalah

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Aceh baru saja merilis sederet masalah terkait pelaksanaan proyek pembangunan Aceh pada tahun anggaran 2019.

Salah satunya, proses tender Proyek Pembangunan Jembatan Kilangan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang dimenangkan PT SCY dengan nilai kontrak mencapai Rp42,95 miliar lebih.

Laporan BPK itu tertuang dalam Buku Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-undangan tertanggal 29 Juni 2020.

Dalam laporannya, BPK menyebut pelaksanaan tender pembangunan jembatan kilangan di Kabupaten Aceh Singkil yang bersumber dari dana Otsus Aceh terjadi post bidding (pengubahan atau penambahan) dokumen setelah batas akhir pemasukan penawaran.

Lebih jauh, dalam hasil evaluasi terhadap dokumen pemilihan pembangunan jembatan kilangan PT SCY, BPK menemukan dua ketidaksesuaian.

PT SCY, sebut BPK, selain tidak melampirkan SKA dalam form SPSE (Sistim Pengadaan Secara Elektronik) atau fasilitas upload data kualifikasi lainnya untuk pegawai tetap, juga tidak melampirkan laporan keuangan dalam form SPSE.

BPK Perwakilan Aceh juga mengungkap masalah lainnya terkait laporan auditor independen atas laporan keuangan perusahaan tersebut sebagai laporan yang diduga palsu.

Tidak hanya soal tender, laporan BPK juga menyebut Pengguna Anggaran pada Dinas PUPR Aceh melakukan perbuatan menyalahi ketentuan dengan menyetujui pembayaran 100 persen sebelum pekerjaan selesai dilaksanakan.

“Kepala Dinas PUPR tidak menjawab substansi kondisi yang ada, berdasarkan data berita dan hasil pengujian ke lapangan menunjukkan bahwa penyedia jasa masih melaksanakan pekerjaan pda tanggal 6 Februari 2020,” sebut Laporan BPK. (*)