Lhokseumawe Sebanyak 26 gampong sudah cairkan dana desa

Kota Lhokseumawe menerima alokasi dana desa pada 2021 mencapai Rp61,9 miliar dengan realisasi 100 persen. Namun, alokasi dana desa pada 2022 turun menjadi Rp53,9 miliar.
Lhokseumawe Sebanyak 26 gampong sudah cairkan dana desa
Lhokseumawe Sebanyak 26 gampong sudah cairkan dana desa

ACEHSATU.COM | Lhokseumawe – Lhokseumawe Sebanyak 26 gampong sudah cairkan dana desa. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Lhokseumawe menyatakan sebanyak 26 dari 68 gampong (desa) di daerah itu sudah mencairkan dana desa tahap pertama tahun anggaran 2022.

Warga memperlihatkan uang bantuan langsung tunai bersumber dari dana desa di Meunasah Gampong Rima Keuneurom, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu (3/6/2020)

“Sebanyak 26 gampong sudah cairkan dana desa tahap pertama setelah seluruh persyaratan yang diminta sudah lengkap,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Kota Lhokseumawe Nasruddin di Lhokseumawe, Selasa.

Baca Juga: Gubenur Harap Sebelum Ramadhan Kelangkaan Minyak Goreng Di Aceh Harus Teratasi

Nasruddin mengatakan sedangkan puluhan gampong lainnya sedang dilakukan verifikasi dan juga ada beberapa gampong yang sudah mengusulkan pencairan, tetapi belum diverifikasi.

“Ada juga beberapa gampong yang belum menetapkan anggaran pendapatan belanja gampong atau APBG. Kami terus memberi pendampingan agar desa-desa tersebut bis segera menetapkan APBG,” kata Nasruddin.

Baca Juga: Gubernur Heran Masih Banyak Anak Muda Aceh yang Main PUBG, Padahal Sudah Diharamkan

Nasruddin mengatakan Kota Lhokseumawe menerima alokasi dana desa pada 2021 mencapai Rp61,9 miliar dengan realisasi 100 persen. Namun, alokasi dana desa pada 2022 turun menjadi Rp53,9 miliar.

“Kami mengharapkan kepada aparatur desa agar dapat mempergunakan anggaran untuk program yang sudah direncanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Nasruddin.

Baca Juga : Meski Sudah Dilarang Ulama, Banyak Pemuda Aceh Main PUBG di Warung Kopi

Selain itu, kata Nasruddin, pemerintah juga sudah menerbitkan kebijakan terkait pemanfaatan 20 persen dana desa untuk program ketahanan pangan dan hewani.

Pemanfaatan 20 persen dana desa untuk program ketahanan pangan dan hewani tersebut bertujuan untuk menyokong ketahanan pangan hewani di setiap gampong-gampong. 

“Dengan adanya program ketahanan pangan tersebut, maka setiap gampong harus menyesuaikannya karakteristik dan kebutuhan masing-masing di desanya,” kata Nasruddin.