Layla Maysarah, dari Olshop hingga Model Selebgram

layla maysarah

Layla Maysarah, dari Olshop hingga Model Selebgram

ACEHSATU.COM –  Layla Maysarah, gadis kelahiran Idi tahun 1997 lalu ini memiliki cerita menarik seputar kehidupan bisnisnya yang sukses.

Sejak kecil, perempuan kerap disapa Ela ini sudah menunjukkan bakatnya di bidang bisnis.

Dalam sebuah kesempatan bincang-bincang dengan ACEHSATU.com, Minggu (12/7/2020), Ela menceritakan jalan panjang merintis usahanya hingga bisa memiliki toko sendiri.

“Awalnya cuma jualan online seperti aksesoris hp, stiker, dan gak punya modal sama sekali, setiap yang pesan selalu mintain dp, dp itu dijadiin modal, lama-lamaa keuntungannya dijadiin modal sampai akhirnya jadi seru juga jualan online,” ungkap Ela.

Tak perlu waktu lama, Ela akhirnya merambah ke bisnis baju, hijab dan lainnya.

“Alhamdulillah dari gak punya modal sama sekali bisa sampai seperti sekarang bisa nyetok barang di rumah dikit-dikit,” sebut Ela.

Perjalanan usahanya tak tergolong mudah.

Ela mengaku sempat kerja berjualan di toko orang untuk mengumpulkan modalnya.

“Setelah itu mutusin untuk tidak kerja lagi karena biar fokus ke olshop aja,” kata gadis yang hobi membaca ini.

Ela menambahkan, beberapa bulan setelah merintis bisnis online, valuasi bisnisnya makin menunjukkan peningkatan.

View this post on Instagram

am i still your favorite ? ✨

A post shared by ELLA (@laylamaysarah) on

Hingga kini, Ela sudah bisa memiliki toko dan juga mobil dari hasil usaha kerasnya.

Perempuan yang suka dengan ide-ide baru ini tak puas sampai di situ.

Ela lalu sering memosting produknya di akun instagram mliknya @laylamaysarah.

“Ela kasih lihat contoh baju yang dipakai sendiri, dan akhirnya banyak yang suka,” sebutnya.

Followernya yang makin meningkat membuat Ela dilirik para produsen.

Ela pun mulai mengendorse banyak produk mulai dari kosmetik hingga pakaian.

“Sekarang rata-rata orang endorse Ela, alhamdulillah hasil dari endorse lumayan juga buat tambahan,” katanya.

Ela juga kerap menjadi model makeup, baju nikah, baju adat, henna, dan ada juga fashion muslimah.

Bicara promosi di digital, Ela membuat akun pertama kali waktu masih sekolah, namun dihack pada akhir 2018.

Ia pun memulai akun baru dan hingga kini sudah memiliki puluhan ribu follower.

Ela sempat down , tapi bangkit lagi dengan IG baru, jadi IG sekarang baru setahun gitu,” katanya.

Ditanya trik memasarkan produk di digital, menurut Ela harus dilihat dari sudut pandang pembeli atau peminat.

”Biasanya hal-hal yang sedang trending atau viral sangat digemari,” kata Ela.

Nah, cerita Ela mungkin bisa membantu para enterpreneur muda yang berbakat di pemasaran digital.

Pengalaman merintis dan memasarkan produk di dunia digital patut dicontoh.

Karena sukses tak cukup dengan bekerja keras, tapi juga kerja cerdas. (*)