oleh

Latih Manfaatkan Pekarangan Rumah, Warga Banda Aceh Antusias Pelajari Teknik Tanam

-Edukasi-95 views

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Para ibu rumah tangga terlihat antusias mengikuti pelatihan pemanfaatan pekarangan rumah tangga untuk masyarakat Kota Banda Aceh, mereka mendapatkan pengetahuan praktik mulai dari pembenihan tanaman, penyemaian, pemeliharaan sampai memetik hasil, Rabu sore (16/1/2019).

Berlangsung di Jalan Prof Ali Hasyimi, Ulee Kareng Pango, sekumpulan ibu rumah tangga bersama tim Klinik Teknologi Pertanian Keliling mengikuti pelatihan pemanfaatan pekarangan rumah mereka untuk ditanami tumbuhan produktif seperti tomat, cabai, terong, pepaya dan lainnya.

Pemateri pelatihan, Yusuf Ali sedang menjelaskan cara menyiapkan media tanam dan cara membuat pupuk organik dari limbah rumah tangga. FOTO: Muhrain.

Yusuf Ali, selaku panitia kegiatan pelatihan pemanfaatan pekarangan rumah tangga dalam wawancara ACEHSATU.com menyampaikan bahwa kegiatan turut diisi pemateri terkait cara menyiapkan media tanam, bagian unsur dari media tanam untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai wadah penanaman bibit tanaman di pekarangan rumah peserta.

Tanaman akan mampu tumbuh segar dan sehat apabila media tanamnya cukup unsur untuk mendukung pertumbuhannya, ungkap Yusuf Ali di hadapan sekitar 50-an warga Kota Banda Aceh yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga juga beberapa kepala rumah tangga agar produktif memanfaatkan lahan sekitar tempat tinggalnya.

“Media tanam kita arahkan dengan memanfaatkan bahan sisa konsumsi keluarga, media tersebut berbahan dasar dari unsur antara lain; tanah, pupuk kandang, sekam, masing-masing menjadi tiga bagian utama lalu dicampur merata,” urainya.

“Bahan untuk pupuk tanaman pekarangan dapat menggunakan sisa buah-buahan sebagai bahan organik, caranya dengan mencampur pisang bekas, pepaya bekas, nenas bekas dicampur air cucian beras serta gula merah, difermentasi selama 10 hari, limbah rumah tangga tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan tananam di pekarangan rumah tangga,” jelasnya.

Selain para ibu rumah tangga, kegiatan pelatihan juga melibatkan para bapak yang menganggap aktivitas mengelola pekarangan rumah tangga dengan menanam tumbuhan berfaedah terutama untuk memenuhi keperluan dapur sehari-hari, antaranya.

AR. Thaib, seorang pensiunan di sela-sela kegiatan pelatihan pemanfaatan pekarangan rumah tangga untuk masyarakat Kota Banda Aceh menyampaikan apresiasi yang tinggi atas diselenggarakannya aktifitas pelatihan bagi masyarakat terkait penanaman tanaman konsumtif seperti sayuran dan buah-buahan.

Dirinya juga mengaku sangat terbantu dengan penyampaian pemateri pelatihan terkait cara penyiapan media tanam dengan memadukan unsur organik yang mudah diperoleh dari limbah sisa konsumsi rumah tangga.

“Cara menyiapkan pupuk organik juga merupakan satu terobosan yang selain murah dan ramah lingkungan, kami para peminat tanam-tanaman sayuran dan buah-buahan dapat memperoleh pengetahuan yang sangat berharga dan bermanfaat, walaupun ini khusus bagi pekarangan rumah tangga, namun tetap berguna bagi pertanian yang lebih luas seperti bagi pekebun dan peladang, bagus dan bermakna,” pungkas RA Thayeb menutup keterangannya kepada ACEHSATU.com. (*)

Komentar

Indeks Berita