Laos Tutup Akses ke Ibu Kota, Penularan COVID-19 Melonjak

Pemerintah kota Vientiane, Laos, memberlakukan larangan bepergian ke dan dari ibu kota negara itu mulai 19-30 September 2021.
Laos Tutup Akses ke Ibu Kota
Arsip - Relawan Palang Merah Laos melakukan sosialisasi tentang COVID-19 dan cara mencegahnya di sebuah pasar di Vientiane, Laos April 2020. (ANTARA/Palang Merah Laos/HO via Reuters)

ACEHSATU.COM | VIANTIANE – Pemerintah kota Vientiane, Laos, memberlakukan larangan bepergian ke dan dari ibu kota negara itu mulai 19-30 September 2021.

Larangan bepergian juga mencakup empat distrik di Vientianne, yaitu Chanthaboury, Sisattanak, Sikhottabong dan Xaysettha.

Perjalanan juga tidak diperbolehkan ke kawasan tertentu di tiga distrik lain, yakni Xaythany, Hadxayfong dan Naxaythong.

Langkah itu diambil setelah otoritas Vientiane mencatat lonjakan dahsyat kasus COVID-19 pada Sabtu.

Komite Satgas COVID-19 Nasional mengumumkan ada 467 kasus baru di Laos pada hari itu, termasuk 384 kasus penularan lokal.

Laos Tutup Akses ke Ibu Kota
Arsip – Relawan Palang Merah Laos melakukan sosialisasi tentang COVID-19 dan cara mencegahnya di sebuah pasar di Vientiane, Laos April 2020. (ANTARA/Palang Merah Laos/HO via Reuters)

Sebanyak 265 kasus dilaporkan di Vientiane, angka harian tertinggi di ibu kota tersebut.

Lebih dari 90 persen dari kasus lokal di Vientiane berasal dari klaster pabrik garmen di distrik Chanthaboury.

Sebanyak 260 dari 1.000 lebih buruh pabrik tersebut dinyatakan positif COVID-19 pada Sabtu.

Hingga 18 September, Laos mencatat total 18.814 kasus terkonfirmasi COVID-19, termasuk 3.665 kasus aktif dan 16 kematian, kata Kantor Berita Laos (KPL).

Sumber: Xinhua