Langkah Strategis Gubernur Nova Hadapi Inflasi di Aceh

Menjelang bulan Ramadhan, sejumlah bahan kebutuhan pokok berisiko mengalami kenaikan harga yang biasanya terjadi pada komoditas pangan utama seperti bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, dan sapi,” kata Nova Iriansyah di Banda Aceh,
Gubernur Aceh
Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT. Dok. ACEHSATU/HO Humas Aceh

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan untuk mengendalikan laju inflasi di provinsi itu membutuhkan sinergi, dukungan, koordinasi dan komitmen berbagai pihak guna menjaga stabilitas harga.

Menjelang bulan Ramadhan, sejumlah bahan kebutuhan pokok berisiko mengalami kenaikan harga yang biasanya terjadi pada komoditas pangan utama seperti bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, dan sapi,” kata Nova Iriansyah di Banda Aceh, Selasa.

Di sela-sela membuka High Level Meeting TPID Se-Aceh Tahun 2022 di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menjelaskan kenaikan harga bawang merah karena produksinya terbatas, sedangkan daging mengalami kenaikan karena permintaannya yang tinggi.

Ia menyebutkan rata-rata inflasi bulan Ramadhan dan Idul Fitri berada di angka 2,63 persen (year on year) dan 0,47 persen (month to month). Sedangkan pada tahun 2021, inflasi tercatat sebesar 2,24 persen (year on year), di saat pertumbuhan ekonomi mulai membaik setelah naiknya tingkat pemenuhan vaksinasi COVID-19.

Ia mengatakan untuk mengendalikan inflasi, TPID Aceh menerapkan kebijakan 4K, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Menurut dia sebagai mitigasi kenaikan harga, TPID Aceh perlu melakukan peningkatan kualitas koordinasi antar instansi terkait dalam menjalankan program kerja tahun 2022 diantaranya meningkatkan kerjasama antar daerah., penguatan basis data terintegrasi, operasi pasar dan sidak pasar dan publikasi harga di pasar-pasar utama.

Selanjutnya pemantauan produksi komoditas utama & pengembangan klaster pangan, penguatan koordinasi TPID dengan Satgas pangan untuk memitigasi praktek penimbunan dan optimalisasi sistem resi gudang.

Ia juga mengatakan Pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya dalam rangka pemulihan ekonomi Aceh melalui empat program prioritas meliputi pemulihan agroindustri dan pemberdayaan UMKM, peningkatan SDM yang berdaya saing, penguatan ke tahanan dan kemandirian pangan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Kami berharap dengan berbagai program tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat Aceh yang juga diimbangi dengan pengendalian inflasi dalam rangka tetap menjaga daya beli masyarakat dan mencegah masyarakat masuk ke garis kemiskinan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Bank Indonesia, Achris Sarwani, Direskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol. Sony Sanjaya dan pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh dan peserta yang mengikuti secara daring.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani mengatakan untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Ramadhan pihaknya akan menerapkan berbagai strategi dan membangun komunikasi dengan lintas instansi terkait.

“Kita akan membahas berbagai tindaklanjut termasuk memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi terutama terhadap komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi menjelang Ramadhan,” katanya.