Langgar Prokes, Pemilik Cafe Live Musik di Banda Aceh Didenda 5 Juta

Terbukti melanggar Undang–undang Kekarantinaan Kesehatan, dua terdakwa kasus kerumunan saat berlangsung kegiatan penggalangan dana di sebuah cafe di Banda Aceh dihukum bayar denda.
Putusan Pengadilan
Ilustrasi Putusan Pengadilan terhadap dua terdakwa pelanggaran prokes di Banda Aceh

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Terbukti melanggar Undang–undang Karantinaan Kesehatan atau Prokes, dua terdakwa kasus kerumunan saat berlangsung kegiatan penggalangan dana di sebuah cafe di Banda Aceh yang melakukan live musik dihukum denda.

Sidang putusan terhadap terdakwa Gunawan Bunjamin sebagai owner caffe dan Muhammad Fadhil selaku ketua panitia penggalangan dana digelar diadili dalam berkas terpisah.

Dikutip dari situs resmi Pengadilan Banda Aceh, Rabu (3/11/2021), Sidang kedua terdakwa dipimpin majelis hakim yang diketahui Rahmawati selaku hakim ketua dengan hakim anggota masing-masing Muhammad NuzuliI dan Sayed Kadhimsyah.

Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa Gunawan bersalah melanggar aturan ‘kekarantinaan kesehatan’ sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama penuntut umum.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana denda sejumlah Rp 5 juta dengan ketentuan jika denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” ujar hakim.

Putusan itu sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum Kejari Banda Aceh. Sedangkan putusan terhadap Fadhil lebih rendah dari tuntutan.

Hakim memvonis Fadhil dengan pidana denda sejumlah Rp 3,5 juta dengan ketentuan jika denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Sebelumnya, sebuah cafe di Banda Aceh disegel polisi dan Satpol PP-Wilayatul Hisbah (WH). Penyegelan dilakukan karena kafe menggelar live music, joget-joget, serta kerumunan.

“Pelanggaran yang mereka lakukan, pertama, tadi malam menggelar live music di bulan Ramadhan, joget-joget, jingkrak, dan melanggar protokol kesehatan,” kata Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh Heru Triwijanarko saat dimintai konfirmasi, Kamis (22/4).

Di kafe itu juga sempat dipasang dua garis penyegelan oleh polisi dan Satpol PP-WH. Polisi.

Sumber: Detik.com