Budaya dan Seni

Lakukan Konsolidasi Internal, MaSA Adakan Rapat Bahas Penyempurnaan AD/ART

Sidang paripurna ala seniman ini diakhiri dengan kesimpulan membentuk pansus AD/ART MaSA yang akan dijadwalkan bekerja dalam beberapa hari ke depan.

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Majelis Seniman Aceh (MaSA) gelar Rapat Penyempurnaan AD/ART dan Konsolidasi Internal di gedung PWI Aceh, Kamis (12/7/2018).

Rapat yang dibuka Prof. Yusni Sabi ini dihadiri seniman senior dan Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H. Syamsul Kahar, Senator Aceh Rafli Kande, Fuad Mardhatillah, Ketua MaSA Ayah Panton.

Hadir juga Helmi Hass, Yulsafli Nyak Man, Teuku Saiful, Syeh Ghazali, Rahmad Sanjaya, Elli Zuarni, Thayeb Loh Angen, Yan Kande, Sarjev, Yusuf Bombang serta beberapa pengurus dan anggota Akademi Kutaraja.

Rapat yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB s.d. pukul 12.00 WIB, membahas Anggaran Dasar (AD) yang masih berupa draf. Bertindak sebagai pimpinan sidang pada kesempatan ini, Zulfikar Sawang, SH dan didampingi oleh Yulsafly.

Agenda sidang yang diarahkan Zulfikar Sawang selaku moderator berlaku untuk mengakomodir, memperbaiki dan mempertimbangkan semua draf usulan AD yang dibuat tim sebelum disahkan dan dijadikan dasar hukum dan pijakan lembaga MaSA ke depan.

Sidang berjalan dengan lancar dan terukur, usulan dan ide muncul dari seluruh anggota rapat sehingga membuat AD semakin lengkap.

Namun ada beberapa pasal yang harus diperdalam lagi sehingga tidak mengaburkan maksud apabila nantinya majelis ini sudah berjalan.

Ketua MaSA, Ayah Panton mengatakan “Di dalam draf AD semestinya ada satu pasal yang menerangkan tentang pembuatan MaSA hingga ke tingkat gampong, karena digamponglah banyak seniman Aceh berdomisili, sehingga MaSA tidak hanya berkonsentrasi di ibu kota provinsi semata.”

Menurutnya, jenjang struktural ini nanti akan dibahas di panitia khusus yang dibentuk hari ini, Kamis, 12 Juli 2018.

Sementara Syamsul Kahar menyarankan agar memperjelas kedudukan Akademi Kutaraja dalam struktural MaSA, hal ini sangat terkait kepemimpinan dan wewenang yang akan dijalankan nantinya di MaSA.

Pemimpin senior Serambi Indonesia yang juga mantan ketua Dewan Kesenian Aceh ini menghimbau adanya aturan yang tegas tentang kedudukan dan wewenang Akademi Kutaraja, sehingga tidak terjadi kesalahan struktural di kemudian hari.

Di sisi lain Zulfikar Sawang menyoroti soal siapa dan bagaimana serta apa sebenarnya kriteria seorang seniman, menurutnya ini penting ditelaah agar jangan ada kesalahan yang mendasar ketika MaSA ini menjalankan misi dan visinya ke depan.

Rapat yang berubah menjadi bentuk sidang paripurna ala seniman ini diakhiri dengan kesimpulan membentuk pansus AD/ART MaSA yang akan dijadwalkan bekerja dalam beberapa hari ke depan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top