Lakukan Aktifitas Ilegal Fishing, Nelayan Myanmar Dideportasi Dari Aceh

Lakukan Aktifitas Ilegal Fishing, Nelayan Myanmar Dideportasi Dari Aceh

ACEHSATU.COM [ LANGSA –  Seorang  nelayan kewarganegaraan Myanmar, Wai Yan Oo, di deportasi Imigrasi Langsa ke negaranya melalui rumah Detensi Imigrasi Medan, Belawan. Ia  ditangkap karena melakukan aktifitas Ilegal fhising November 2019.  Jumat (5/6/2020).

Pemindahan yang bersangkutan dari Langsa ke Belawan, berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI  Langsa Nomor W.1.IMI.IMIQ.4-GR.02.03-0515 tahun 2020, dan pada Kamis (5/6/2020) dilakukan pemindahan terhadap satu warga negara Myanmar ke rumah Detensi Imigrasi Medan di Belawan, untuk dilanjutkan proses pendeportasian”, ujar  Kasie Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa Facryan, Jumat (5/6/2020).

Dijelaskan, warga negara Myanmar ini ditangkap PSDKP Lampulo Banda Aceh pada 28 November 2019 karena melakukan akitifitas penangkapan ikan ilegal (ilegal fhising) di wilayah perairan Indonesia, tanpa dilengkapi dokumen Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dari Pemerintah Republik Indonesia

Selain itu, dalam  menangkap ikan yang bersangkutan menggunakan alat tangkap trawal yang dilarang digunakan di negara ini. “Wai Yan Oo sendiri merupakan nahkoda kapal tangkap ikan KM PKFA 7947 GT 59,58,” ujarnya.

Setelah menjalani tanahan penjara atas putusan Pengadilan di Lapas Langsa, selanjutnya pada 8 Mei 2020, yang bersangkutan diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa untuk dideportasi ke negara asal. Kemudian Kantor Imigrasi Langsa melakukan koordinasi dengan Kedutaan Myanmar di Jakarta, mengurus dokumen Keimigrasian dan juga pemulangan yang bersangkutan. “Kamis (4/6/202) yang bersangkutan kita pindah dari  Imigrasi Langsa ke Rumah Detensi Imigrasi Medan di Belawan, untuk dilakukan pendeportasian”, demikian Facryan.