Lagi, Tujuh Warkop di Banda Aceh Disegel Satgas

“Selain melanggar Perwal, tempat usaha warung kopi tersebut juga tidak menerapkan Prokes, seperti tidak ada tanda jaga jarak, tidak menyediakan desinfektan, tidak membatasi pengunjung, dan imbauan prokes lainnya” Karo Ops Polda Aceh, Kombes Drs. Agus Sarjito
warkop disegel satgas
Satgas penanganan Covid-19 menyegel tujuh warung kopi di Banda Aceh yang melanggar perwal dan protokol kesehatan malam. Sabtu (29/5/2021) malam. acehsatu.com/Ist

Lagi, Tujuh Warkop di Banda Aceh Disegel Satgas

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Operasi yustisi Satgas penanganan Covid-19, Kota Banda Aceh yang melibatkan anggota TNI, Polri dan Satpol PP/WH melakukan penyegelan terhadap tujuh warung kopi  (Warkop) yang melanggar peraraturan Walikota Banda Aceh dan Protokol kesehatan, malam lalu.  

Karo Ops Polda Aceh, Kombes Drs. Agus Sarjito kepada media, Senin (31/5/2021) mengatakan, operasi yustisi dilakukan dalam bentuk patroli dan penertiban dalam rangka mengendalikan dan mencegah penyebaran Covid-19 di Provinsi Aceh terlebih  pasca lebaran Idul fitri, tingkat penyebaran Covid-19 di Aceh khusunya, Kota Banda Aceh meningkat tajam.

Dalam patroli dan penertiban tersebut, petugas menyegal tujuh warung kopi yang bandel  karena melanggar Peraturan Walikota Banda Aceh dan warkop tersebut juga tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19

warkop disegel satgas
Satgas penanganan Covid-19 menyegel tujuh warung kopi di Banda Aceh yang melanggar perwal dan protokol kesehatan malam. Sabtu (29/5/2021) malam. acehsatu.com/Ist

Ketujuh warung kopi itu, Warkop Kampus, Warkop Kiano, Warkop Tanjung, Warkop Ayah Gading, Warkop Sagoe Kupi Aksana 42, Warkop Setui, dan Yan Kopi.

“Selain melanggar Perwal, tempat usaha warung kopi tersebut juga tidak menerapkan Prokes, seperti tidak ada tanda jaga jarak, tidak menyediakan desinfektan, tidak membatasi pengunjung, dan imbauan prokes lainnya,” ujar Kombes Agus Sarjito.

Agus berharap, pemilik tempat usaha memiliki kesadaran untuk ikut membantu pemerintah mengendalikan penyebaran virus yang belum ada obatnya tersebut. “Mudah-mudahan tumbuh kesadaran. Kami melakukan penyegelan bukan karena kejam, namun demi menyelamatkan masyarakat Aceh dari penyebaran Covid-19,” pungkas Kombes Agus (*)