Lagi Lima Warkop Di Banda Aceh Disegel, Ini Penyebabnya

warkop disegel
Petugas TNI/POLRI dan Satpol PP/WH Aceh menyegel warung kopi yang melanggar Prokes dan Perwal Kota banda Aceh. Senin (7/6/2021) malam. Acehsatu.com /ist

Lagi Lima Warkop Di Banda Aceh Disegel, Ini Penyebabnya

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Personel gabungan TNI,/Polri dan Satpol PP/WH Aceh  kembali melakukan penyegelan terhadapa warung kopi (Warkop) di Kota Banda Aceh karena melanggara protokol kesehtan (Prokes) dan buka diluar ketentuan peratuwan Walikota Banda Aceh dalam patroli penertiban usaha yang melanggar Prokes dan Perwal Kota Banda Aceh, Senin malam (7/6/2021).

Kelima warkop yang disegel tersebut, Kembar Kupi, Pak Haji, Palapa, Pasar Lampaseh, dan Tamada Kupi

“Sedikitnya ada lima yang disegel, yaitu Kembar kupi, Pak Haji, Palapa, Pasar Lampaseh, dan Tamada Kupi,” ujar Karo Ops Polda Aceh, Kombes Pol Drs H Agus Sarjito didampingi Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, SH, SIK, MSi, Selasa (8/6/2021)

Menurut Kombes Agus, patroli dan penertiban terus dilakukan untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran Covid-19 di Provinsi Aceh

Petugas TNI/POLRI dan Satpol PP/WH Aceh menyegel warung kopi yang melanggar Prokes dan Perwal Kota banda Aceh. Senin (7/6/2021) malam. Acehsatu.com /ist

“Saat ini tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Banda Aceh mengalami peningkatan yang sangat signifikan sehingga tetap kita lakukan penertiban,” ujarnya lagi.

Sejumlah tempat usaha yang disegel petugas lantaran melanggar Perwal dan tidak menerapkan Prokes.

Dijelaskan, selain melanggar Perwal, tempat-tempat usaha tersebut juga tidak menerapkan Prokes, seperti tidak ada tanda jaga jarak, tidak menyediakan desinfektan, tidak membatasi pengunjung, dan imbauan prokes lainnya.

Agus berharap, pemilik tempat usaha memiliki kesadaran untuk ikut membantu pemerintah mengendalikan penyebaran virus yang belum ada obatnya tersebut.

“Mudah-mudahan tumbuh kesadaran demi menyelamatkan masyarakat Aceh dari penyebaran Covid-19,” pungkas Karo Ops Polda Aceh, Kombes Pol Drs H Agus Sarjito (*)